Kepala Sekolah: “Ini Bentuk Nyata Implementasi Pengembangan Multiple Intelligences”
***
Prestasi membanggakan kembali diukir oleh dunia pendidikan Muhammadiyah. Nadya Ruby Pramesty, siswi kelas VB SD Muhammadiyah 6 (SD Musix) Gadung Surabaya, berhasil menyabet medali emas dalam ajang bergengsi Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Renang se-Jawa Timur yang diselenggarakan oleh KONI Jawa Timur.
Dalam lomba yang berlangsung pada 10-12 April 2026 di Kolam Renang GOR Delta Sidoarjo tersebut, Ruby menunjukkan dominasinya dengan meraih medali emas pada nomor 50 meter gaya punggung dan medali perunggu pada nomor 50 meter gaya bebas. Persaingan ini tergolong sangat ketat karena diikuti oleh atlet-atlet terbaik dari seluruh kabupaten dan kota se-Jawa Timur dengan memperebutkan total 157 medali.
Ruby mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian ini. Ia mengakui bahwa hasil tersebut tidak didapatkan secara instan, melainkan melalui disiplin latihan yang tinggi.
“Senang sekali bisa dapat medali emas. Persiapannya memang cukup berat, latihan setiap pagi dan sore, serta harus menjaga pola makan sehat sesuai arahan pelatih,” ujar Ruby saat ditemui setelah pengalungan medali.

Dukungan Penuh Sekolah
Keberhasilan Ruby tidak lepas dari kebijakan progresif pihak sekolah. Munahar, Kepala SD Muhammadiyah 6 Gadung Surabaya, secara terbuka memberikan dispensasi bagi siswa yang sedang dalam masa persiapan kompetisi. Menurutnya, sekolah harus hadir sebagai pendukung utama minat dan bakat siswa.
Munahar menjelaskan bahwa mengizinkan siswa fokus pada lomba adalah bagian dari strategi pendidikan yang berorientasi masa depan. “Setiap anak memiliki kodrat dan potensi yang berbeda. Belajar tidak hanya terjadi di dalam ruang kelas dengan buku teks. Partisipasi dalam lomba adalah laboratorium kehidupan tempat siswa belajar disiplin, kerja keras, dan resiliensi,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Munahar menekankan bahwa langkah ini merupakan bentuk nyata implementasi pengembangan Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligences) sesuai teori Howard Gardner.
“Bakat renang adalah bentuk kecerdasan fisik-kinestetik yang tinggi. Dengan memberikan izin dan dukungan, sekolah sedang memberikan pengakuan atau validasi diri terhadap kecerdasan unik mereka. Ini akan meningkatkan kepercayaan diri siswa secara drastis,” tambah Sekretaris Majelis Tabligh PWM Jawa Timur ini.
Selain pengembangan karakter dan mental juara, prestasi ini juga dipersiapkan untuk masa depan akademik siswa. Munahar menyebutkan bahwa sertifikat kejuaraan tingkat provinsi seperti yang diraih Ruby akan menjadi portofolio berharga bagi siswa untuk menempuh Jalur Prestasi (Japres) saat melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya.
“Sekolah berperan sebagai jembatan pembuka jalan sukses. Kami mendukung penuh siswa di bidang apapun, bukan hanya renang, asalkan itu bertujuan meningkatkan kompetensi dan prestasi mereka. Ini adalah investasi jangka panjang untuk membentuk generasi yang unggul dan berdaya saing global,” tutupnya.
Keberhasilan Nadya Ruby Pramesty ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi siswa-siswi Muhammadiyah lainnya di Jawa Timur untuk terus berprestasi sesuai dengan bidang yang mereka cintai. || Hidayatun Ni’mah
