Pancasila Hilang di Mana?

Haedar Nashir, Ketua Umum PP Muhammadiyah.
*) Oleh : Haedar Nashir
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah
www.majelistabligh.id -

Hari Lahir Pancasila diperingati setiap tahun. Semoga peringatan hari kelahiran Pancasila tidak berhenti pada kemegahan upacara dan pidato kata-kata. Sementara agenda terpenting mengenai implementasi nilai-nilai luhur Pancasila terabaikan di dunia nyata. Tuntutan utamanya ialah lahir gerakan politik yang kuat secara kolektif dan tersistem untuk mewujudkan Pancasila dalam berbangsa dan bernegara.

Pancasila mesti benar-benar dijadikan praktik hidup pribadi, kolektif, dan sistem bernegara. Bagaimana mewujudkan praktik berpolitik yang menggambarkan Pancasila. Yakni politik berbasis musyawarah dan hikmah kebijaksanaan, bukan politik kuasa untuk menang-menangan. Mengelola partai politik mesti menjunjung tinggi nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan sebagaimana terkandung dalam lima sila Pancasila.

Negara membikin lembaga untuk  pembinaan ideologi Pancasila. Apakah nilai dasar Pancasila terbukti dilembagakan dalam sistem kehidupan politik, ekonomi, sosial, budaya, dan penyelenggaraan ketatanegaraan  secara nyata.

Melembagakan Pancasila cukup pada pokok-pokok nilai dasarnya yang melahirkan alam pikiran, etika, dan orientasi kebijakan yang adiluhung. Melembagakan nilai Pancasila tidak perlu detail dan diarahkan menjadi pedoman praktis ala Orde Baru.

Pancasila itu ideologi moderat, dengan seluruh nilai dari lima silanya  bersifat tengahan yang tidak ekstrem. Pancasila tidak berwatak sekuler, liberal, dan kapitalistik maupun marxisme dan ideologi ekstrem lainnya.  Pancasila sejalan dan tidak bertentangan dengan ajaran agama.

Paham Pancasila moderat dalam memandang agama, tidak anti dan alergi agama. Karenanya pandangan tentang Pancasila maupun paham kebangsaan dan kenegaraan harus tetap moderat, tidak dibawa ke kanan atau ke kiri.

Pancasila mesti menjadi nilai dasar membangun Indonesia.  Refleksikan apakah arah dan kebijakan pemerintahan Negara Republik Indonesia saat ini benar-benar sejalan dengan nilai-nilai Pancasila. Apakah berbagai perundang-undangan, peraturan, dan cara mengelola pemerintahan berbanding lurus dengan Pancasila.

Jangan sampai berbagai produk perundang-undangan dan kebijakan-kebijakan strategis negara lebih berkiblat pada kepentingan-kepentingan tertentu yang tidak sejalan dengan hajat hidup orang banyak dan nilai luhur Pancasila.

Pancasila penting dibumikan ke dunia nyata Indonesia. Indonesia masih memiliki masalah-masalah serius yang bersifat struktural. Korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, eksploitasi sumber daya alam, kesenjangan sosial, premanisme, dan praktik oligarki masih menjadi problem serius di negeri tercinta. Apakah ada kebijakan-kebijakan signifikan untuk memecahkan masalah-masalah krusial itu secara masif dan sistematik dari pusat sampai daerah?

Agenda utama yang diperlukan saat ini ialah implementasi Pancasila secara serius dan sistemik dalam seluruh perikehidupan berbangsa-bernegara. Kuncinya terletak pada komitmen dan ikhtiar optimal seluruh aktor pelaksana Pancasila, yakni para pejabat dan seluruh elite negeri yang mengawal Republik ini. Pola pikir dan praktik hidup para penyelenggara pemerintahan negara maupun elite dan warga bangsa penting dicek-list apakah sudah sejalan dan mencerminkan nilai-nilai luhur Pancasila? Jangan anomali, jauh panggang dari api.

Apakah generasi milenial, generasi-Z, dan generasi Alfa di negeri tercinta mengetahui dan memahami Pancasila? Generasi belia Indonesia biasanya menuntut bukti dan keteladanan, bagaimana nilai-nilai luhur Pancasila itu benar-benar dipraktikkan dalam kehidupan nyata.

Mereka perlu role-model dari seluruh pejabat, elite politik, dan tokoh bangsa sebagai guru bangsa yang benar-benar dapat digugu dan ditiru. Bagaimana berbangsa dan bernegara dengan benar, baik, dan penuh keluhuran yang membawa Indonesia makin maju, adil, makmur, berdaulat, dan bermartabat sarat makna.

Jika nilai dari setiap sila Pancasila sudah benar-benar diimplementasikan secara nyata dalam kehidupan pribadi, kolektif, dan penyelenggaraan bernegara maka Pancasila itu berarti hadir di Negara Indonesia tercinta. Jangan sampai  wujud Pancasila itu ada seperti tiada. Kaya kata-kata tapi miskin praktik nyata. Sebab, jika Pancasila tidak terwujud dalam kehidupan nyata berbangsa dan bernegara, maka sejatinya ia hilang dari bumi Indonesia!

 

Tinggalkan Balasan

Search