Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Turki menjajaki penguatan kerja sama internasional dengan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur melalui pengembangan program kepemudaan dan sukarelawan lintas negara. Komitmen tersebut mengemuka dalam kunjungan resmi PCIM Turki ke Kantor PWM Jawa Timur, Jumat (3/7/2026).
Rombongan PCIM Turki hadir Sekretaris PCIM Maftuh Ikhsan Nanda Kurniawan, S.Pd bersama Nashiruddin Az Zahid dan Neba Wais Alqornio (koordinator lapangan). Mereka disambut Ketua PWM Jawa Timur, Prof. Dr. Sukadiono, bersama jajaran pimpinan, yakni Dr. Syamsudin, MAg, Dr. Moh. Sulthon Amien, MM, Ir Tamhid Mashudi, MSi, Muh. Khoirul Abduh, SAg, MSi, drh. Zainul Muslimin, serta Wakil Bendahara PWM Jawa Timur. Pertemuan juga dihadiri perwakilan Majelis Dikdasmen & PNF serta Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI).
Kunjungan tersebut menjadi tindak lanjut hubungan yang telah terjalin antara PCIM Turki dan YediHilal, organisasi kepemudaan Islam independen yang memiliki jaringan di lebih dari 70 universitas di Türkiye. Dalam kesempatan itu, PCIM Turki menyampaikan Proposal Kolaborasi Kepemudaan Strategis yang diajukan Presiden YediHilal, Samet Paçacı, kepada Muhammadiyah.
Salah satu agenda yang ditawarkan adalah pengiriman tiga mahasiswa sukarelawan YediHilal ke Indonesia melalui International Volunteer Engagement Program selama 4–5 minggu pada Juli–Agustus 2026. Program ini merupakan kelanjutan dari pelaksanaan tahap pertama pada 2025 yang sukses menempatkan delapan sukarelawan di Indonesia, Maroko, dan Azerbaijan.
Selama mengikuti program tersebut, para sukarelawan akan memperoleh pengalaman belajar bersama komunitas Muslim Indonesia, memperkuat jejaring kelembagaan lintas negara, mempelajari berbagai inovasi sosial Muhammadiyah, serta menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya kolaborasi umat Islam di tingkat global.
Kedua belah pihak sepakat bahwa kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk mempererat solidaritas dunia Islam sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas di bidang pendidikan, kemanusiaan, dan pengembangan kepemudaan. Dengan jaringan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang tersebar di berbagai sektor, Muhammadiyah dinilai menjadi mitra yang tepat bagi para sukarelawan YediHilal untuk terlibat langsung dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat.
Ketua PWM Jawa Timur, Prof. Dr. Sukadiono, MM menyambut baik inisiatif tersebut. “Keterbukaan Muhammadiyah terhadap kerja sama internasional sejalan dengan misi organisasi dalam membangun peradaban Islam yang berkemajuan,” jelasnya.
Melalui pertemuan ini, kedua pihak berharap kemitraan Muhammadiyah dan YediHilal dapat berkembang secara berkelanjutan serta menjadi model kolaborasi kepemudaan antara Indonesia dan Turki yang memberi manfaat bagi umat Islam di tingkat global. (m. fazlurrahman hadi)
