Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wiyung bersama Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Wiyung menggelar puncak peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di Halaman SD Muhammadiyah 15 Surabaya, Senin (17/8/2026).
Rangkaian acara diawali dengan upacara bendera khidmat pada pukul 06.00 WIB dan dilanjutkan lomba kemerdekaan bertajuk “Bergema Merdeka”.
Bertindak sebagai inspektur upacara, Ketua PCM Wiyung H. Suri Marzuki, S.E. mengajak meresapi momentum kemerdekaan dengan menegaskan peran strategis Muhammadiyah Wiyung yang telah berkiprah hampir tiga dekade di wilayah barat Surabaya.

Turut hadir Sekretaris PCM Wiyung Ferry Yudi Antonis Saputro, S.H.I., M.Pd.I., C.STMI., jajaran majelis, ortom, pimpinan ranting, hingga ratusan siswa dan guru dari Perguruan Muhammadiyah Wiyung.
“Merdeka bukan sekadar bebas dari penjajahan, melainkan berani berkarya, bersatu, dan memberi manfaat bagi sesama,” tegas Abah Suri, sapaan akrabnya, di hadapan para peserta upacara.
Abah Suri menambahkan bahwa keberadaan berbagai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM)—mulai dari SDM 15, SMPM 17, SMAM 9, hingga Ponpes K.H. Mas Mansyur—merupakan bukti nyata kontribusi persyarikatan dalam mengisi kemerdekaan. Ia mengingatkan pentingnya memperkuat kemandirian ekonomi umat dan menyiapkan generasi emas 2045 untuk menghadapi tantangan masa depan.

Usai upacara, kemeriahan berlanjut melalui ajang “Bergema Merdeka” yang digagas AMM Wiyung mulai pukul 08.30 WIB. Perlombaan seru seperti estafet air, memasukkan paku ke dalam botol secara berkelompok, hingga lomba makan kerupuk disambut antusias oleh para peserta.
Ketua Pelaksana “Bergema Merdeka“, Wawan Stiawan, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh dari jajaran pimpinan PCM Wiyung.
“AMM Wiyung bukan sekadar organisasi yang menunggu giliran, tetapi lokomotif penggerak yang siap berkontribusi nyata bagi kemajuan persyarikatan,” ujar Wawan.
Lomba “Bergema Merdeka” yang diikuti oleh antusiasme peserta dari berbagai kalangan ini menghadirkan tiga jenis perlombaan khas kemerdekaan. Pertama, Estafet Air, yaitu permainan memindahkan air dalam plastik dengan cara dilemparkan ke rekan satu tim. Kedua, Masukkan Paku dalam 1 Botol, sebuah lomba ketangkasan di mana peserta harus memasukkan paku ke dalam botol menggunakan tali yang diikatkan pada pinggang sebanyak lima orang. Ketiga, Makan Kerupuk, lomba klasik yang tak pernah absen dalam perayaan kemerdekaan. || purwanto
