Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Kota Kediri berkolaborasi dengan Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Kota Kediri sukses menyelenggarakan kegiatan seminar dan talk show bertajuk “Sinergi Pelajar: Kolaborasi Melawan Stigma, Mewujudkan Lingkungan Sehat Jiwa” pada Ahad (21/6/2026, bertempat di Balai Dinas Pendidikan Kota Kediri. Kegiatan ini dihadiri oleh lebih dari 200 pelajar dari berbagai sekolah di Kota Kediri yang antusias mengikuti rangkaian acara hingga selesai.
Acara dibuka secara resmi oleh Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, S.H, MKn. Tampak hadir pula, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Kediri Ibnu Qowim, Anggota DPRD Kota Kediri Choirudin Mustofa dari Fraksi NasDem, Anggota DPRD Kota Kediri Imam Wihdan Zarkasyi dari Fraksi Golkar, serta Munjidul Ibad selaku Ketua DPD KNPI Kota Kediri.
Dalam kesempatan tersebut, Katon Ken Aryo Nugroho selaku penanggung jawab kegiatan sekaligus perwakilan dari PD IPM Kota Kediri menegaskan, terbentuknya Poros Pelajar merupakan langkah strategis untuk menghadirkan wadah kolaborasi bagi seluruh pelajar di Kota Kediri.
Menurutnya, pelajar memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan bangsa dan menjadi bagian dari upaya mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.
“Poros Pelajar dibentuk sebagai salah satu wadah bagi para pelajar di Kota Kediri untuk berkolaborasi, berinovasi, dan mengambil peran aktif dalam pembangunan daerah maupun bangsa. Pelajar hari ini adalah pemimpin masa depan yang akan menentukan terwujudnya Indonesia Emas 2045,” ungkap Katon Ken Aryo Nugroho.
Dalam kesempatan tersebut Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam menciptakan lingkungan sosial yang sehat dan bebas dari stigma terhadap isu kesehatan mental. Menurutnya, pelajar memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang mampu menumbuhkan budaya saling mendukung di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Kediri Ibnu Qowim menyampaikan apresiasi atas inisiatif kolaboratif antara IPM dan IPNU-IPPNU dalam mengangkat isu kesehatan jiwa di kalangan pelajar. Ia berharap kegiatan semacam ini dapat menjadi langkah nyata dalam membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya kesehatan mental sebagai bagian dari proses pendidikan.
Dukungan juga datang dari unsur legislatif Kota Kediri, yakni Choirudin Mustofa dan Imam Wihdan Zarkasyi, yang hadir untuk memberikan motivasi kepada para peserta agar terus aktif berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang positif, produktif, dan peduli terhadap sesama.
Mengusung tema kesehatan mental dan penguatan peran pelajar, kegiatan ini menjadi ruang diskusi yang edukatif sekaligus inspiratif. Para peserta diajak untuk memahami pentingnya membangun lingkungan yang sehat secara psikologis serta menghilangkan stigma terhadap isu kesehatan mental yang masih sering ditemui di kalangan remaja.
Setelah rangkaian seminar dan seremoni penutupan, acara dilanjutkan dengan sesi talk show interaktif yang menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang.
Narasumber pertama, Ibnu Qowim, selaku Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Kediri, memaparkan berbagai strategi yang dapat dilakukan pelajar dalam menghadapi tantangan zaman sekaligus berkontribusi bagi kemajuan Kota Kediri. Ia menekankan pentingnya pengembangan karakter, kepemimpinan, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan informasi.
Sesi berikutnya diisi oleh Imadatus Sa’adati, M.Psi., dosen psikologi dari UIN Syekh Wasil Kediri. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan pentingnya menjaga dan menata kesehatan mental secara tepat. Ia mengajak para pelajar untuk lebih mengenali kondisi diri, mengelola emosi dengan baik, serta tidak ragu mencari bantuan ketika menghadapi tekanan maupun permasalahan psikologis.
Sebagai penutup, Galuh Ekky Floreantiara, perwakilan dari Duta Panji Galuh, menyampaikan perspektif generasi muda mengenai cara menghadapi berbagai persoalan kesehatan mental di lingkungan pelajar. Ia menekankan pentingnya komunikasi yang sehat, dukungan teman sebaya, serta keberanian untuk mencari solusi ketika menghadapi permasalahan pribadi maupun sosial.
Sepanjang kegiatan berlangsung, para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Diskusi yang interaktif, materi yang relevan dengan kehidupan pelajar, serta kolaborasi antara organisasi pelajar, pemerintah, akademisi, dan tokoh pemuda menjadikan acara ini berlangsung dengan meriah dan penuh manfaat.
Kegiatan “Sinergi Pelajar: Kolaborasi Melawan Stigma, Mewujudkan Lingkungan Sehat Jiwa” dinilai sebagai salah satu bentuk nyata sinergi lintas organisasi pelajar dalam membangun generasi muda yang sehat, produktif, dan berdaya saing. Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak pelajar yang memiliki kesadaran akan pentingnya kesehatan mental serta mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.
Dengan partisipasi lebih dari 200 pelajar dari seluruh Kota Kediri dan dukungan berbagai pihak, acara ini dapat dikatakan berlangsung sangat sukses. Semangat kolaborasi yang terbangun menjadi bukti bahwa pelajar Kota Kediri memiliki komitmen kuat untuk menciptakan lingkungan yang sehat, inklusif, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045. (aryo nugroho)
