Langit Pondok Pesantren Al Fattah Sidoarjo seakan turut menyambut lahirnya estafet kepemimpinan baru, Selasa pagi (26/05/2026). Dalam suasana yang khidmat, teduh, dan penuh harapan, Masjid Baiturrahim Ponpes Al fattah dipenuhi wajah-wajah santri yang menyaksikan momentum bersejarah yakni Pelantikan Pengurus Himpunan Santri Al Fattah (HISFA) Masa Bakti 2026-2027. Pagi itu bukan sekadar seremoni pergantian kepengurusan, tetapi juga peneguhan amanah, ikrar pengabdian, dan awal perjalanan dakwah generasi penerus.
Tepat pukul 08.30 WIB, acara dimulai dengan dipandu penuh semangat oleh dua santri kelas 7, Maheswara dan Fachry Akbar, yang menghidupkan suasana dengan pembawaan tertib dan penuh percaya diri. Nuansa sakral semakin terasa ketika lantunan Gema Wahyu Ilahi dibawakan oleh santri kelas 7, Muhammad Iqbal Sadewa.
Prosesi berlanjut dengan pembacaan Surat Keputusan oleh Waka Kesantrian, Ustad Ivan Hudi, M.Pd., yang kemudian dilanjur acara prosesi pelantikan pengurus HISFA Masa Bakti 2026-2027. Dengan penuh khidmat, sumpah jabatan diambil langsung oleh Pengasuh Pondok, Ustad Drs. H. Ainun Rofik, M.Pd., sebagai bentuk pengukuhan amanah yang kini berpindah ke pundak para pengurus baru.
Momentum pelantikan semakin bermakna dengan amanat pengasuh yang disampaikan oleh Ustad H. M. Fauzan, Lc., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan alf mabruk, ucapan selamat atas dilantiknya pengurus HISFA yang baru. Beliau menekankan bahwa eksistensi organisasi bukan sekadar hadir secara struktural, tetapi harus hidup dalam nilai amanah dan kebijaksanaan.
Dalam amanatnya, beliau juga menyampaikan tiga kunci eksistensi organisasi, yaitu:
Pertama, perluasan layanan dakwah. Menjadi pengurus harus diniatkan sebagai jalan dakwah, bukan sekadar menjalankan jabatan, tetapi menghadirkan manfaat yang lebih luas.
Kedua, membangun sistem organisasi. HISFA harus bergerak menuju tata kelola yang modern melalui penguatan sistem, digitalisasi, e-voting pemilihan ketua hisfa, hingga pengembangan sistem cashless yang sudah dijalankan oleh pesantren
Ketiga, menjaga ruh kerja organisasi. Nilai-nilai khlas, mandiri, sederhana, dan ukhuwah harus menjadi nafas dalam setiap langkah pengabdian.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan berita acara oleh Kepala Asrama, Ustad Ade Sujatmikanto, S.Pd., M.Pd., yang menjadi penguat legalitas prosesi pelantikan. Setelah itu, ketua HISFA periode 2025-2026, Muhammad Rayhan Firdaus, menyampaikan kesan dan pesan selama masa baktinya, sebagai penutup pengabdian sekaligus estafet pengalaman kepada generasi penerus.
Selanjutnya, Ketua HISFA yang baru, Guntara Abdul Sabarudin, menyampaikan sambutannya dengan membawa harapan baru bagi perjalanan HISFA ke depan.
Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi para pengurus, panitia juga memberikan Penghargaan Pengurus HISFA Teladan. Untuk kategori HISFA Putra, penghargaan diraih oleh Radiant Apta Nandana, sedangkan kategori HISFA Putri diraih oleh Dinar Putri Azzahra.
Sementara itu, penghargaan HISFA dengan Masa Periode Ternama (4 periode) diberikan kepada:
Umar Mahda, Muhammad Rayhan Firdaus, Dinar Putri Azzahra, Djenar Rayyi Kinanthi, dan Nurul Arafah, sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi panjang mereka dalam mengabdi di organisasi.
Rangkaian acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh KH. Muhtarom, menutup pagi yang penuh makna dengan harapan agar kepengurusan baru dapat menjalankan amanah dengan baik.
Pelantikan HISFA 2026-2027 bukan sekadar pergantian nama dalam struktur organisasi, tetapi menjadi simbol bahwa dakwah, pengabdian, dan kepemimpinan akan terus hidup di tangan generasi baru. (bilqies qurrari A)
