Pentingnya Menjaga dan Menghidupi Ortom Muhammadiyah

Pentingnya Menjaga dan Menghidupi Ortom Muhammadiyah
*) Oleh : Ahmad Yusuf Fauzan Abhirama
Ketua Bidang Organisasi PCPM Kertosono
www.majelistabligh.id -

Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah merupakan bagian penting yang tidak dapat dipisahkan dari perjalanan Persyarikatan Muhammadiyah. Ortom bukan hanya sekadar wadah berkumpulnya para kader, tetapi juga menjadi tempat untuk belajar, berproses, berdakwah, membangun kepemimpinan, serta melahirkan generasi penerus Muhammadiyah. Oleh karena itu, menjaga dan menghidupi Ortom Muhammadiyah merupakan tanggung jawab bersama, khususnya bagi setiap kader yang memiliki kepedulian terhadap keberlangsungan gerakan Muhammadiyah.

Menghidupi Ortom bukan hanya berarti menjaga agar organisasi tetap memiliki kegiatan atau struktur kepengurusan. Lebih dari itu, menghidupi Ortom berarti menghadirkan semangat, gagasan, pengabdian, dan kaderisasi di dalamnya. Sebuah organisasi akan hidup apabila para anggotanya mau hadir, terlibat, bergerak, dan memberikan kontribusi. Jangan sampai Ortom hanya memiliki nama dan kepengurusan, tetapi kehilangan aktivitas, kader, serta semangat perjuangan.

Menjaga Ortom Muhammadiyah juga berarti menjaga rumah bersama bagi para kader. Di dalam Ortom, kita belajar menghargai perbedaan, menyelesaikan persoalan melalui musyawarah, membangun komunikasi, dan bertanggung jawab terhadap amanah. Karena itu, perbedaan pendapat jangan dijadikan alasan untuk saling menjauh. Justru melalui perbedaan itulah kita belajar menjadi kader yang dewasa, bijaksana, dan mampu mengutamakan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

Sebagai kader, kita juga harus memahami bahwa keberadaan Ortom sangat penting bagi proses regenerasi Muhammadiyah. Kader-kader hari ini merupakan calon pemimpin Muhammadiyah di masa depan. Jika Ortom tidak dirawat dan tidak dihidupkan, maka proses kaderisasi akan terhambat.

Oleh sebab itu, kita perlu menciptakan ruang yang nyaman bagi generasi muda untuk belajar, berdiskusi, berkegiatan, berorganisasi, dan menyampaikan gagasan-gagasan baru tanpa kehilangan nilai-nilai dasar perjuangan Muhammadiyah.

Dalam konteks PCPM Kertosono, menjaga dan menghidupi Ortom harus diwujudkan melalui kerja nyata. Bukan hanya aktif ketika ada kegiatan besar, tetapi juga membangun komunikasi rutin, memperkuat konsolidasi antaranggota, melakukan kaderisasi, mengembangkan program yang bermanfaat bagi masyarakat, serta membuka ruang kolaborasi dengan berbagai elemen Muhammadiyah.

Organisasi harus mampu hadir di tengah persoalan masyarakat dan menunjukkan bahwa gerakan pemuda Muhammadiyah memiliki manfaat yang nyata.

Kita tidak boleh membiarkan Ortom berjalan sendiri-sendiri. Dibutuhkan rasa memiliki dari seluruh kader. Ketika ada kegiatan, mari hadir dan ikut menyukseskan. Ketika ada persoalan, mari mencari solusi bersama. Ketika ada kader yang mulai menjauh, mari dirangkul dan diajak kembali untuk berproses. Karena kekuatan organisasi bukan hanya terletak pada siapa yang menjadi ketua atau pengurus, tetapi pada seberapa besar rasa memiliki dan semangat kebersamaan seluruh kader.

Pada akhirnya, menjaga dan menghidupi Ortom Muhammadiyah adalah bagian dari menjaga keberlangsungan perjuangan Muhammadiyah itu sendiri. Kita mungkin tidak selalu dapat memberikan sesuatu yang besar, tetapi sekecil apa pun kontribusi yang kita berikan akan memiliki arti apabila dilakukan dengan keikhlasan dan konsistensi. Mari jadikan Ortom sebagai tempat tumbuhnya kader-kader yang berilmu, berakhlak, memiliki kepedulian sosial, serta siap mengabdikan dirinya untuk umat dan masyarakat.

Mari kita rawat organisasi ini, kita hidupkan gerakannya, kita kuatkan kaderisasinya, dan kita besarkan manfaatnya. Karena Ortom bukan sekadar tempat untuk berorganisasi, tetapi tempat kita belajar menjadi manusia yang mampu memberi manfaat bagi sesama. (*)

 

 

Tinggalkan Balasan

Search