Ada momen yang berbeda pada Awalussanah SD Universitas Muhammadiyah Purwokerto (SD UMP), Sabtu (27/6/2026). Di tengah semangat menyambut tahun ajaran baru, para orang tua bersama putra-putrinya diajak memulai perjalanan pendidikan dengan sebuah langkah sederhana namun penuh makna: menanam harapan.
Harapan itu diwujudkan melalui Gerakan Tunas Hijau. Sebelum membawa pulang bibit tanaman, perwakilan siswa terlebih dahulu melakukan penanaman pohon secara simbolis di lingkungan sekolah. Aksi sederhana tersebut menjadi penanda bahwa pendidikan tidak hanya dimulai dari ruang kelas, tetapi juga dari kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Setelah itu, setiap keluarga peserta didik baru menerima satu bibit tanaman untuk dirawat di rumah. Bibit yang tampak sederhana itu membawa pesan bahwa setiap pertumbuhan membutuhkan waktu, perhatian, dan kasih sayang. Begitu pula dengan anak-anak. Mereka adalah benih-benih terbaik yang akan tumbuh menjadi generasi unggul melalui bimbingan sekolah dan dukungan keluarga.
Melalui kegiatan ini, SD UMP ingin mengajak orang tua terlibat dalam pendidikan karakter anak, dimulai dari kebiasaan sederhana menanam dan merawat tanaman bersama di rumah. Saat tanaman disiram setiap hari, anak-anak belajar tentang tanggung jawab. Ketika melihat tunas baru bermunculan, mereka belajar bahwa setiap usaha yang dirawat dengan baik akan membuahkan hasil.
Program yang didukung oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyumas ini menjadi wujud komitmen SD UMP dalam membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Nilai-nilai tersebut ditanamkan melalui pengalaman nyata yang dapat dilakukan bersama antara sekolah dan keluarga.
Gerakan Tunas Hijau bukan sekadar kegiatan seremonial. Penanaman pohon di lingkungan sekolah menjadi simbol komitmen bersama untuk menjaga bumi, sementara bibit yang dibawa pulang menjadi pengingat bahwa pendidikan karakter terus berlanjut di rumah. Dua langkah sederhana yang saling melengkapi, menghubungkan sekolah dengan keluarga dalam satu tujuan yang sama.
Sebab sejatinya, mendidik anak tidak jauh berbeda dengan menanam pohon. Keduanya membutuhkan kesabaran, ketelatenan, dan kasih sayang. Dan ketika semua itu dilakukan bersama, bukan hanya pohon yang akan tumbuh rindang, tetapi juga lahir generasi yang berakhlak mulia, peduli terhadap lingkungan, dan siap memberi manfaat bagi sesama.
