Antusiasme masyarakat untuk menjadi bagian dari Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) melonjak tajam tahun ini. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mencatat sebanyak 75 ribu orang telah mendaftar. Padahal, kuota petugas yang bakal diterima dari jalur seleksi tersebut tidak sampai seribu orang.
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengungkapkan bahwa tingginya animo pendaftar ini tidak lepas dari terobosan baru dalam sistem rekrutmen. Pihaknya melakukan pembenahan besar-besaran agar proses seleksi menjadi lebih terbuka, efektif, dan ramah akses bagi peserta dari seluruh pelosok negeri.
Salah satu langkah strategis yang diambil Kemenhaj adalah menggandeng Badan Kepegawaian Negara (BKN). Melalui kerja sama ini, para calon petugas tidak perlu lagi merogoh kocek lebih dalam atau menghabiskan waktu untuk terbang ke Jakarta demi mengikuti ujian.
“Banyak perubahan drastis dalam rekrutmennya. Kalau dulu tesnya harus ke Jakarta, tahun ini semuanya bisa dilakukan di daerah masing-masing bekerja sama dengan BKN,” ujar Dahnil usai menghadiri Tanwir Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah di Asrama Haji Banten, Cipondoh, Kota Tangerang, Rabu (2/9/2026).
Saat ini, puluhan ribu pendaftar tersebut tengah menyaring kemampuan melalui tahapan seleksi ketat, termasuk ujian berbasis komputer atau Computer Assisted Test (CAT) yang diselenggarakan secara serentak. Hasil dari tahapan ini nantinya akan diumumkan secara resmi setelah seluruh proses evaluasi rampung.
“Ada tes CAT hari ini, nanti setelah itu hasilnya langsung diumumkan,” lanjut Dahnil.
Sistem ujian berbasis CAT dan keterlibatan BKN diharapkan mampu memangkas potensi praktik nepotisme serta menjaga transparansi rekrutmen. Kemenhaj menegaskan bahwa langkah ini diambil demi menjaring figur-figur yang benar-benar berintegritas dan profesional.
Mengingat persaingan yang sangat ketat—di mana hanya satu dari puluhan pendaftar yang akan terpilih—proses seleksi ini menjadi krusial. Kemenhaj berkomitmen memastikan petugas yang lolos tidak hanya unggul secara administratif, tetapi juga memiliki fisik yang prima, mental melayani, serta kompetensi yang mumpuni demi memberikan pelayanan optimal bagi para jamaah di Tanah Suci. (*/tim)
