Pengurus Provinsi Persatuan Rugby Union Indonesia (Pengprov PRUI) Jawa Timur bersama Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKO) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar kegiatan Sosialisasi dan Pengenalan Cabang Olahraga Rugby di Stadion UMM, Selasa (29/9/2026).
Perwakilan Pengprov PRUI Jawa Timur, Rizky Satrio Hutomo, MPd menyampaikan, sekolah merupakan ruang strategis untuk mengenalkan rugby sekaligus menemukan potensi atlet muda.
“Rugby perlu dikenalkan secara lebih luas kepada siswa dan guru PJOK. Kami berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi dapat berlanjut menjadi pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan,” jelasnya.
Menurutnya, guru PJOK dapat berperan sebagai penghubung antara pengenalan rugby di sekolah dan proses pengembangan atlet di klub maupun organisasi olahraga.
Dalam sosialisasi ini diikuti oleh sekitar 150 peserta yang terdiri atas siswa SMA/SMK, guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di Kota Malang, serta mahasiswa Program Studi PKO UMM. Keterlibatan tiga unsur tersebut menjadi bagian penting dalam membangun sinergi antara lingkungan sekolah, perguruan tinggi, dan organisasi cabang olahraga dalam pengembangan rugby di Jawa Timur.
Para guru PJOK yang hadir berasal dari berbagai jenjang pendidikan di wilayah Malang, antara lain SMAN 6 Malang, SMK Negeri 4 Malang, SMK Negeri 5 Malang, SMP Negeri 17 Malang, SMP Negeri 6 Malang, SDN Klojen, SDN Kauman 1, serta SD Muhammadiyah Lawang.
Dalam sesi praktik dan simulasi, siswa SMA/SMK serta mahasiswa PKO UMM memperoleh pengalaman langsung mengenai karakteristik permainan, teknik dasar, aturan permainan, serta nilai-nilai rugby, seperti kerja sama tim, disiplin, keberanian, sportivitas, komunikasi, dan pengambilan keputusan.
Pengenalan ini menjadi langkah awal untuk memperluas pemahaman tentang rugby di lingkungan pendidikan. Terlebih, cabang olahraga tersebut dipersiapkan untuk dipertandingkan dalam Porprov Jawa Timur di Surabaya pada 2027. Kegiatan ini diharapkan turut mendukung proses pengenalan, penjaringan potensi, pembinaan, dan regenerasi atlet rugby sejak usia sekolah.
Sementara itu, Kaprodi Pendidikan Kepelatihan Olahraga UMM, Frendy Aru Fantiro, MPd menegaskan pentingnya pengalaman lapangan bagi mahasiswa kepelatihan olahraga.
“PKO UMM tidak ingin pembelajaran berhenti pada teori di dalam kelas. Mahasiswa perlu berinteraksi langsung dengan cabang olahraga, pelatih, guru PJOK, atlet, dan berbagai pemangku kepentingan olahraga,” jelasnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut membantu mahasiswa memahami proses pengembangan cabang olahraga, mulai dari pengenalan, penjaringan potensi, pembinaan, hingga persiapan kompetisi.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat hubungan antara sekolah, perguruan tinggi, dan organisasi olahraga dalam membangun pembelajaran kepelatihan yang kontekstual dan aplikatif.
Bagi calon mahasiswa yang ingin berkarier sebagai pelatih, ilmuwan olahraga (sport scientist), pengelola olahraga, instruktur, pencari bakat (talent scout), maupun profesional di industri olahraga, PKO UMM menyediakan ruang untuk mengembangkan kompetensi sekaligus membangun jejaring dengan berbagai stakeholder olahraga.
Kolaborasi antara Pengprov PRUI Jatim dan PKO UMM ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperluas pengenalan rugby di lingkungan pendidikan Kota Malang sekaligus memperkuat fondasi pembinaan menuju Porprov Jawa Timur 2027 di Surabaya. (*/tim)
