Suatu hari nanti, ada perjalanan yang tak bisa kita tunda, tak bisa kita hindari. Perjalanan itu bukan tentang langkah kaki, bukan tentang jarak yang ditempuh, melainkan tentang kembalinya jiwa kepada Sang Pemiliknya.
Kita sibuk mencari arah di dunia, padahal ujung dari semua arah adalah satu: pulang kepada Allah. Di dunia ini kita sering menyebut kata “pulang”, sebagai kembali ke rumah, kepada keluarga, kepada tempat yang membuat kita nyaman.
Namun sejatinya, rumah yang paling hakiki bukanlah yang berdinding dan beratap, melainkan tempat bahwa hati menemukan ketenangan yang abadi. Dan ketenangan itu hanya ada ketika kembali kepada-Nya, dengan hati yang bersih, dengan hati rida dan diridai-Nya.
Firman Allah,
يٰۤاَ يَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ
ارْجِعِيْۤ اِلٰى رَبِّكِ رَا ضِيَةً مَّرْضِيَّةً
“Wahai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang rida dan diridai-Nya.”(QS Al-Fajr 89: 27-28)
Perjalanan pulang itu pasti datang, entah cepat atau lambat. Semoga saat waktu itu tiba, kita tidak pulang dengan tangan kosong, melainkan membawa amal yang menjadi cahaya dalam perjalanan menuju keabadian.
Semoga bermanfaat.
