Keras hati (qaswah al-qalb) dalam Islam adalah kondisi hati yang membatu, sulit menerima kebenaran, nasihat, enggan beribadah, dan jauh dari mengingat Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Dalam Al-Qur’an, ini digambarkan lebih keras dari batu (QS. Al-Baqarah: 74) akibat pelanggaran janji dan maksiat. Tanda utamanya adalah malas beribadah, sulit dinasihati, serta tidak tersentuh ayat Al-Qur’an.
Keras Hati dalam Al-Qur’an:
- Seperti Batu: Allah Swt berfirman bahwa setelah melanggar janji, hati menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi.
- Akibat Melanggar Janji: Hati menjadi keras (membatu) sebagai bentuk laknat karena melanggar janji-janji Allah. (QS. Al-Ma’idah: 13)
- Penyakit Hati: Hati yang keras ditandai dengan tertutupnya hati dari mengingat Allah dan adanya penyakit di dalamnya. (QS. Al-Baqarah: 10, QS. Az-Zumar: 22)
Keras Hati dalam Hadits dan Pandangan Ulama:
- Penyebab: Imam Bisyr bin Harits menyebutkan dua hal yang mengeraskan hati: banyak bicara (tanpa zikir) dan banyak makan (hingga kekenyangan).
- Tanda-tanda: Tidak terpengaruh dengan ayat Al-Qur’an, sering bergunjing, sombong, iri, dan tidak peduli dengan musibah.
Obat/Cara Melunakkan Hati:
- Membaca dan mentadabburi Al-Qur’an.
- Mendekatkan diri pada orang miskin dan yatim.
- Banyak berzikir dan berdoa.
- Mengingat kematian.
- Mendirikan salat malam.
Inti dari keras hati adalah: hilangnya kasih sayang dan rasa takut kepada Allah, yang pada akhirnya menghancurkan amal kebaikan seseorang.
Perbanyak mengingat Allah untuk membuat hati tenang dan lembut.
In syaa Allah bermanfaat, silakan dishare untuk meraih pahala amal jariyah. || fimdalimunthe55@gmail.com ; ismirzaf@gmail.com
