Muhammadiyah dalam setiap babakan sejarah perjuangannya merumuskan pemikiran-pemikiran resmi yang bersifat mendasar yang disebut dengan pemikiran ideologis (Haedar Nashir “Memahami Ideologi Muhammadiyah, hal 20)
Misi Muhammadiyah dipandang sebagai strategi perjuangan sepanjang hayat yang menanamkan nilai Islam Berkemajuan yang adalah “Menegakkan dan menjunjung tinggi Agama Islam sehingga terwujud Masyarakat Islam yang sebenar-benarnya”
Dari sinilah titik tolak ujung tombak Islam berkemajuan menuntaskan jalan strategis yang diperani sebagai tanggung jawab tata kelola Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) terutama amal usaha di bidang pendidikan
Khittah Palembang 1956 menunjukkan syarat integritas figur kepemimpinan jelas tercantum pada point (3). “Mengutuhkan organisasi dan merapikan administrasi”, dimaknai jika keutuhan organisasi maka Muhammadiyah makin kuat, dan rapih administrasi maka Muhammadiyah akan terhindar dari fitnah
Sistem administrasi “keuangan” sering jadi sumber fitnah bertalian kebijakan Kepala Sekolah merangkap tenaga administrasi keuangan atau menempatkan tenaga tidak profesional kelola administrsi keuangan.
Pimpinan AUM bidang pendidikan (kepala sekolah) bertanggung jawab sebagai figur berkualisifikasi integritas tinggi, pemimpin yang jujur, konsisten sejalan kata dan perbuatan, memegang teguh prinsip moral/etika organisasi
Kepala Sekolah adalah figur terseleksi kepahaman ideologi Muhammadiyah, berkarakter Islam Berkemajuan, patuh pada Mukaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah, Matan Keyakinan Cita-Cita Hidup, Khittah, dan Qaidah Pendidikan Dasar dan Menengah
Unsur pimpinan AUM pendidikan “Kepala Sekolah” berpegang teguh nilai-nilai “Hidup-hiduplah Muhammadiyah dan jangan memcari hidup di Muhammadiyah”, inilah pesan “moral kerapian administrasi”, agar dijunjung tinggi dalam pengelolaan AUM pendidikan. Wallahu a’lam.
Manado, 19 Dzulqo’dah 1447 H/6 Mei 2026 M
