Prodi Sosiologi UIN Bandung dan UMM Tandatangani Nota Kesepahaman, Jalin Kerja Sama Strategis

Prodi Sosiologi UIN Bandung dan UMM Tandatangai Nota Kesepahaman, Jalin Kerja Sama Strategis
www.majelistabligh.id -

Program Studi Sosiologi Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung mengadakan kunjungan studi banding ke Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Selasa (7/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Seminar FISIP UMM berlangsung diwarnai semangat kolaborasi antarinstitusi untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi.

Kegiatan tersebut sekaligus dirangkaikan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) sebagai langkah awal memperkuat sinergi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan ini menjadi forum pertukaran gagasan dan praktik baik (best practices) dalam pengelolaan program studi. Selain mempererat hubungan kelembagaan, pertemuan tersebut juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas untuk meningkatkan kualitas lulusan sosiologi yang adaptif terhadap tantangan zaman.

Ketua Program Studi Sosiologi FISIP UMM, Awan Setia Dharmawan, M.Si, memaparkan berbagai inovasi akademik yang menjadi ciri khas Prodi Sosiologi UMM. Ia menjelaskan bahwa pengembangan kurikulum dilakukan secara dinamis dengan menyesuaikan kebutuhan dunia kerja, perkembangan ilmu pengetahuan, serta tantangan sosial yang terus berubah.

Menurut Awan, salah satu instrumen penting dalam meningkatkan daya saing lulusan adalah Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI). Dokumen tersebut tidak hanya menjadi pelengkap ijazah, tetapi juga merekam kompetensi, pengalaman organisasi, sertifikasi, hingga capaian mahasiswa selama menempuh pendidikan.

Selain SKPI, ia juga menjelaskan implementasi mata kuliah praktikum yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk belajar langsung melalui riset lapangan, pendampingan masyarakat, hingga kolaborasi dengan berbagai mitra. Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat kompetensi akademik sekaligus pengalaman praktis mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja.

Awan juga memperkenalkan Kelas Unggulan sebagai strategi pengembangan kapasitas mahasiswa. Program tersebut dirancang untuk melahirkan lulusan yang memiliki keunggulan akademik, kemampuan berpikir kritis, kepemimpinan, serta daya saing di tingkat nasional maupun internasional.

Sebagai tindak lanjut kerja sama antarlembaga, Awan menjelaskan pentingnya penyusunan Memorandum of Agreement (MoA) di tingkat fakultas. Melalui MoA tersebut, kerja sama tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi diwujudkan dalam berbagai program nyata, seperti pertukaran dosen, penelitian kolaboratif, publikasi ilmiah bersama, hingga pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat.

Sementara itu, Wakil Dekan II FISIP UMM, Luluk Dwi Kumalasari, M.Si, memperkenalkan sejumlah program unggulan Universitas Muhammadiyah Malang, khususnya Center of Excellence (CoE). Menurutnya, CoE merupakan model pembelajaran yang menghubungkan proses akademik dengan dunia profesional melalui kemitraan bersama dunia usaha, dunia industri, pemerintah, maupun organisasi masyarakat.

“Program Center of Excellence menjadi instrumen yang efektif dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia nyata. Melalui pengalaman belajar yang berbasis praktik, mahasiswa diharapkan tidak gagap ketika terjun ke masyarakat maupun memasuki dunia kerja,” ujarnya.

Dari pihak UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dr. Kustana menyampaikan apresiasi atas berbagai inovasi yang dikembangkan Prodi Sosiologi UMM. Ia menilai implementasi SKPI merupakan salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kualitas lulusan karena mampu mendokumentasikan kompetensi mahasiswa secara lebih komprehensif. Menurutnya, pengalaman UMM dalam mengembangkan sistem tersebut menjadi referensi penting yang dapat diadaptasi di lingkungan UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab yang membahas pengembangan kurikulum, penguatan kompetensi lulusan, hingga peluang kerja sama akademik antarkedua institusi. Acara kemudian ditutup dengan penandatanganan MoU sebagai simbol komitmen bersama untuk membangun kolaborasi yang berkelanjutan.

Melalui kerja sama ini, Program Studi Sosiologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan Program Studi Sosiologi FISIP UMM berharap dapat menghadirkan berbagai program inovatif yang berdampak nyata bagi pengembangan institusi, peningkatan kapasitas dosen, serta lahirnya lulusan sosiologi yang unggul, profesional, dan siap menjawab berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search