Majelis Pendidikan dan Kesehatan Pimpinan Cabang Istimewa Aisyiyah (PCIA) Malaysia menunjukkan kepedulian terhadap pendidikan anak-anak Indonesia di Malaysia melalui Program Orang Tua Asuh. Program ini menjadi ikhtiar bersama dalam mendukung keberlangsungan pendidikan anak-anak Sanggar Bimbingan (SB) Muhammadiyah dan Aisyiyah Malaysia.
Program yang dikelola oleh Tim Pengelola Orang Tua Asuh ini hasil kolaborasi erat berbagai pihak, termasuk Majelis Kesejahteraan Sosial PCIA Malaysia serta Lazismu Malaysia.

Ketua PCIA Malaysia, Dr. Dini Handayani, menyampaikan bahwa pendidikan adalah hak setiap anak yang perlu diperjuangkan bersama.
“Setiap anak berhak bermimpi, namun tidak semua memiliki kesempatan untuk mewujudkannya,” ujarnya.
Dini menambahkan bahwa melalui Program Orang Tua Asuh, siapa saja dapat menjadi bagian dari perjalanan anak-anak ini menuju masa depan yang lebih baik.
“Sedikit yang kita sisihkan hari ini mungkin terasa kecil bagi kita, namun dapat menjadi harapan besar bagi mereka untuk terus belajar, bersekolah, dan menggapai cita-citanya,” ungkapnya.
Ketua Majelis Pendidikan dan Kesehatan PCIA Malaysia, Nurul Octovia menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh donatur yang telah mengamanahkan sebagian rezekinya melalui program ini.
“Semoga Allah SWT menerima setiap amal kebaikan kita, melapangkan rezeki, dan membalasnya dengan pahala yang berlipat ganda,” tuturnya.
Nurul juga mengingatkan bahwa setiap bantuan yang diberikan memiliki dampak yang sangat berarti. “Mungkin bagi kita ini hanya sedikit, tetapi bagi mereka, inilah awal dari sebuah masa depan,” tuturnya.
Sejumlah donatur telah bergabung mendukung program ini, baik dari lingkungan internal PCIA Malaysia maupun para sahabat dan simpatisan yang memiliki kepedulian tinggi terhadap masa depan pendidikan anak-anak.
Untuk memudahkan masyarakat berpartisipasi, donasi dikemas dalam bentuk komitmen selama enam bulan dengan nominal minimal RM10 per bulan, tanpa batas maksimal.
Skema ini diharapkan dapat mengajak lebih banyak orang untuk ikut mengambil bagian dalam gerakan kebaikan, karena setiap kontribusi, sekecil apa pun, memiliki arti besar bagi keberlangsungan pendidikan anak-anak Sanggar Bimbingan.
Berkat amanah dari para donatur, hingga saat ini Program Orang Tua Asuh telah memberikan bantuan kepada sembilan anak SB Muhammadiyah dan Aisyiyah Malaysia.
Bantuan tersebut dimanfaatkan untuk menyokong biaya pendidikan mereka agar dapat terus bersekolah dan belajar dengan lebih tenang.
Penyaluran bantuan dilakukan secara simbolis kepada anak-anak penerima manfaat di sela-sela kegiatan pembelajaran dan pelatihan baca, tulis, dan hitung (Calistung) yang diselenggarakan di Rumah Hamka Malaysia pada bulan Juli kemarin.
Penyerahan bantuan secara simbolis ini diwakilkan oleh Ketua PCIA Malaysia, Dr. Dini Handayani; Wakil Ketua PCIM Malaysia, Dr. Zeldi Suryady; serta Ketua Lazismu Malaysia, Ust. Abdul Latif, Lc. Selain diserahkan langsung kepada anak-anak yang hadir, bantuan untuk anak-anak yang berhalangan hadir diwakili oleh para pengelola dan guru SB.
Momen penuh kehangatan ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian yang dihimpun dari banyak pihak mampu menghadirkan harapan baru.
Melalui sinergi antara PCIA Malaysia, Majelis Pendidikan dan Kesehatan, Majelis Kesejahteraan Sosial, Tim Pengelola Orang Tua Asuh, Lazismu Malaysia, serta para donatur, diharapkan Program Orang Tua Asuh dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak anak Sanggar Bimbingan agar memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan yang layak.
Karena sejatinya, pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah atau orang tua semata, melainkan buah dari kepedulian bersama.
Melalui Program Orang Tua Asuh, kepedulian tersebut telah menjelma menjadi harapan bagi sembilan anak untuk terus belajar, melangkah dengan penuh semangat, dan menggapai cita-cita mereka.
Semoga ikhtiar bersama ini menjadi amal jariyah yang terus mengalir manfaatnya. Setiap ringgit yang disisihkan bukan sekadar bantuan biaya pendidikan, melainkan investasi kebaikan yang menumbuhkan harapan, menguatkan mimpi, dan membuka jalan menuju masa depan yang lebih cerah bagi anak-anak Indonesia di Malaysia. (nita nasyitah)
