Puasa Arafah 1 Hari  Menghapus Dosa 2 Tahun

*) Oleh : Ferry Is Mirza
Jurnalis senior dan aktivis muhammadiyah
www.majelistabligh.id -

Tanggal 9 Zulhijah, Selasa 26 Mei 2026, hari yang mungkin biasa bagi manusia, namun sangat agung di sisi langit. Hari ketika jutaan tangan terangkat di Arafah, air mata jatuh di padang tandus, dan pintu-pintu ampunan dibuka selebar lebarnya.

Sementara kita, masih sibuk dengan dunia yang fana. Betapa banyak dosa yang telah kita kumpulkan, dari pagi hingga malam. Mata yang tak terjaga, lisan yang melukai, hati yang iri, salat yang lalai, zikir yang jarang, taubat yang tertunda.

Namun Allah Yang Maha Rahman itu masih memanggil kita dengan lembut seakan berfirman, “Berpuasalah satu hari, maka Aku hapus dosa dua tahun.”

Allahu Akbar! Siapakah kita ini hingga Allah masih memberi kesempatan?

Mungkin sepanjang tahun kita lebih banyak jatuh daripada bangkit, lebih banyak maksiat daripada istighfar. Namun di 9 Zulhijah, Allah seakan berkata kepada hambaNya, “Kembalilah, Aku masih membuka pintu ampunan.”

Wahai jiwa yang penuh noda, jangan remehkan Hari Arafah, karena boleh jadi itu adalah Arafah terakhir dalam hidupmu. Boleh jadi tahun depan namamu sudah tak lagi dipanggil di dunia, tempat tidurmu kosong, sajadahmu terlipat, dan orang-orang datang mendoakanmu.

Dulu engkau masih bisa berpuasa, masih bisa sujud, masih bisa menangis dalam doa. Namun nanti, yang tersisa hanyalah amal. Betapa banyak manusia tertawa di dunia, namun menangis saat kematian datang. Dan betapa banyak orang saleh yang menangis sejak di dunia karena takut tidak diampuni Allah. Mereka menangis di hari Arafah bukan karena dunia, tetapi karena dosa-dosa mereka.

Andai hati ini lembut, niscaya kita akan menangis malam ini. Memikirkan betapa sabarnya Allah kepada kita. Padahal nikmatNya terus turun, tetapi maksiat kita terus naik.

Tanggal 9 Zulhijah, hari ketika doa-doa melangit, dosa-dosa dihapus, dan banyak hamba dibebaskan dari neraka. Lalu bagaimana mungkin kita melewatinya tanpa taubat?

Puasa itu mungkin hanya menahan lapar, namun di sisi Allah ia mampu menghapus dosa dua tahun. Bukan karena kuatnya kita, tetapi karena luasnya rahmat Allah.

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda:  “puasa pada hari Arafah, aku berharap kepada Allah bahwa puasa tersebut dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. Muslim: 1976)

Maka datanglah kepada Allah dengan hati yang bersih, mata yang basah, dan jiwa yang penuh harap. Ucapkan, Astaghfirullah Waatubuh ilaihi. “Aku memohon ampun kepada Allah dan aku bertaubat kepada-Nya.”

Wahai Allah, jika ini Arafah terakhir kami, maka jangan tutup hari itu kecuali Engkau telah mengampuni kami. Jika tubuh ini penuh dosa, maka bersihkanlah. Jika hati ini keras, maka lembutkanlah. Jika umur kami tinggal sedikit, maka tutuplah dengan taubat dan husnul khatimah.

Karena kelak, tak ada yang menemani di kubur kecuali amal. Tak ada yang menyelamatkan, kecuali rahmatMu. Dan tak ada yang paling kami butuhkan selain ampunanMu.

“Yaa Allah, jadikanlah kami termasuk hamba-hamba yang Engkau bebaskan dari neraka pada Hari Arafah.” Aamiin. || ismirzaf@gmail.com

 

Tinggalkan Balasan

Search