Sekolah Inspiratif SD Muhammadiyah 15 Surabaya (SDM Limas) mengatakan Recharging Guru dan Karyawan Limas Hebat pada hari Kamis (2/7/2026) dengan mengangkat tema Peningkatan Kualitas Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang Berkemajuan yang diikuti seluruh guru dan karyawan.
Kepala Sekolah SDM Limas Mationo, MA sebagai dalam sambutannya mengatakan terimakasih kepada seluruh peserta dan narasumber baik itu ustadzah Atiko, S.S, MM, Kasi Kurikulum Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Suri Marzuki SE., Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Wiyung, dan Ferry Yudi Antonis Saputro, SH.I, MPd I, Sekretaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah Wiyung yang akan memberikan motivasi dan inspirasi buat kita semua.
“Semoga dengan adanya Recharging Guru dan Karyawan Limas Hebat ini bisa memberikan manfaat dan semangat menyongsong tahun ajaran baru 2026-2027.”seru ustaz Yono, panggilan akrabnya penuh semangat.
Materi pertama yang disampaikan oleh Suri Marzuki SE., yang biasa dipanggil Abah Suri memulai dengan bersilaturahim dengan peserta dan memberikan apresiasi karena seluruh ustadz dan ustadzah meskipun dihari libur sekolah tetap masuk dan semangat mengikuti kegiatan ini.
“Kita berkumpul bukan sekadar untuk mendengar ceramah, tetapi untuk sama-sama merefresh kembali siapa kita, dimana kita berada, dan untuk apa kita mengabdi. PCM Wiyung memiliki amanah besar: mengelola tiga sekolah SD, SMP, dan SMA., ini bukan sekadar pekerjaan tapi merupakan ladang Dakwah dan ladang amal kita. Mari kita mulai dengan hati yang terbuka,” ungkap Abah Suri.
Menyampaikan materi dengan tema ‘Menjadikan Sekolah sebagai Ladang Amal & Fastabiqul Khairat’, Abah Suri menekankan kepada peserta tentang pentingnya ideologi. Analogi sederhananya bagaikan sebuah pohon; kita membayangkan sebuah pohon yang rindang dan berbuah lebat yang terdiri dari akar sebagai ideologi Muhammadiyah (kuat dan tertanam), batang sebagai guru dan karyawan (yang menopang dan mengalirkan sari-sari kehidupan), dan daun serta buah sebagai siswa dan prestasi (yang terlihat dan dinikmati semua orang).
“Jika akarnya kuat, pohon akan tetap tegak walau badai menerpa. Jika akarnya lemah, pohon akan mudah Tumbang atau roboh,” tuturnya.
Ideologi Muhammadiyah bukanlah sekadar teori atau aturan tertulis. Ia adalah cara pandang, cara hidup, dan semangat yang diwariskan oleh KH Ahmad Dahlan. Muhammadiyah mengajarkan keseimbangan antara pemurnian (tajrid) dan pembaharuan (tajdid). Artinya, kita teguh pada ajaran Islam yang murni, tapi juga terus bergerak maju mengikuti zaman. Empat pilar utama Ideologi Muhammadiyah: 1. Akidah, keyakinan agama yang kuat, 2. Ilmu, komitmen ilmu pengetahuan, 3. Morality, akhlak mulia, 4. Spirituality, spiritualitas mendalam.
Ideologi Muhammadiyah dalam 4 Nilai Dasar (PHIWM), dalam pengelolaan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), ada 4 nilai dasar yang menjadi pijakan: ikhlas (beramal hanya karena Allah, tanpa pamrih), profesional (bekerja dengan kompetensi dan tanggung jawab), rahmat (memberi manfaat bagi banyak orang), dan ishlah (terus melakukan pembaruan dan perbaikan).
“Keempat nilai ini—yang kita kenal dengan PHIWM—harus terpancar dalam setiap aktivitas kita, dari cara kita mengajar hingga cara kita melayani siswa dan orang tua,” harap Abah Suri.
Guru dan karyawan sebagai ujung tombak dakwah, bukan sekedar pengajar atau staf administratif, namun sebagai dai (pendakwah) di lingkungan pendidikan.
“Setiap hari, kita berinteraksi dengan puluhan bahkan ratusan siswa. Mereka melihat kita, meniru kita, dan menilai Islam dari perilaku kita. Baik guru maupun karyawan sudah semestinya menyampaikan tentang ideologi Muhammadiyah secara tepat dalam setiap aktivitas dan proses pembelajaran. Bisa diwujudkan dalam tingkah laku, ucapan, penampilan, dan pola pikir. Ini adalah tanggung jawab besar sekaligus kehormatan yang luar biasa,” tambahnya.
8 Kode etik Guru dan Karyawan Muhamadiyah:
1. Berkepribadian Muhammadiyah
2. Mentaati peraturan di Persyarikatan dan Kedinasan
3. Menjaga nama baik Persyarikatan
4. Berpartisipasi aktif dalam Persyarikatan
5. Melaksanakan tugas dengan penuh tanggungjawab
6. Bekerja dengan jujur, tertib, cermat, dan bersemangat
7. Mentaati jam kerja
8. Menciptakan suasana kerja yang harmonis, dan kondusif
“Sebagai akhir materi ada pantun buat kita semua agar penerapan ideologi Muhammadiyah dipermudah oleh Allah Subhanallahu Wataala dan penuh semangat BerGema (bergerak dan berkemajuan),” imbuh Abah Suri sambil tersenyum.
Guruku Hebat – Gurune Limas
Murid te Cerdas jadi Juara
Pembinaan tuntas semangat Kerja
Target 6 kelas tercapai juga. (ali shodiqin)
