Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Mulyorejo kembali menggelar Kajian Ahad Pagi di Masjid Machfud, Surabaya, Ahad (16/8/2026).
Hadir sebagai penceramah, Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA), Prof. Dr. Mundakir, S.Kep., Ns., M.Kes., yang membawakan materi bertajuk “Imunisasi Iman: Menjaga Daya Tahan Spiritual Warga Muhammadiyah dari Virus Zaman.”
Dalam pemaparannya, Prof. Mundakir mengingatkan warga Muhammadiyah untuk mewaspadai empat jenis “virus zaman” yang berpotensi merusak daya tahan spiritual dan ketahanan sosial umat.
Empat Ancaman Virus Zaman
Virus pertama yang disoroti adalah virus akidah. Menurutnya, penyakit klasik seperti TBC (Takhayul, Bid’ah, dan Churafat) masih terus menggerogoti keimanan. Tantangan ini kian kompleks dengan maraknya paham ateisme, agnostisisme, hingga pluralisme yang menganggap semua agama sama.
“Orang mungkin secara sosial terlihat baik, tetapi mereka tidak mengenal Tuhan dan enggan beribadah. Paham-paham seperti ini perlahan menjauhkan masyarakat dari nilai-nilai agama,” ujar Mundakir.
Virus kedua adalah virus informasi. Ledakan informasi di era digital membuat penggunaan gawai kian tak terkendali. Mengutip sebuah riset, ia menyebut rata-rata masyarakat menghabiskan waktu hingga 6 jam per hari di depan layar gawai.
“Dampaknya sangat nyata. Masyarakat ketagihan gim hingga terbiasa menunda-nunda waktu salat. Meski gawai punya sisi positif, dampak negatifnya terhadap aktivitas ibadah tidak bisa diabaikan,” tegasnya sambil menunjukkan gawai yang dipegangnya.
Virus ketiga berupa virus individualisme. Fenomena ini memicu kecenderungan manusia modern untuk mengisolasi diri (autivisme), lebih menyukai kesendirian, dan enggan berinteraksi dalam komunitas maupun organisasi.
Virus keempat adalah virus kejiwaan (kegelisahan). Merujuk data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Mundakir membeberkan bahwa 1 dari 7 orang di dunia saat ini mengalami gangguan kecemasan dan kesulitan mengendalikan emosi.
PHIWM sebagai Imunisasi Ampuh
Menghadapi gempuran keempat virus tersebut, Prof. Mundakir menawarkan solusi konkret yang sebenarnya sudah dimiliki warga Muhammadiyah, yakni buku Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM).
“Warga Muhammadiyah sebenarnya sudah punya imun bawaan untuk menangkal virus-virus kehidupan ini, yaitu buku PHIWM. Kuncinya tidak hanya dibaca, tetapi betul-betul diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya sembari memperlihatkan buku pedoman tersebut.
Sebagai bentuk aksi nyata, Rektor UMSURA itu membagikan 100 eksemplar buku PHIWM secara gratis kepada para jemaah kajian. Ia juga mendorong pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) untuk mewajibkan seluruh anggotanya memiliki dan mempelajari buku pedoman tersebut. || ferry as
