Sebanyak 348 petugas haji akan bertolak dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Jumat (17/4/2026). Wakil Menteri haji dan Umrah (Wamenhaj) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengingatkan seluruh petugas haji untuk tidak berlebihan dalam menggunakan media sosial, terutama selama bertugas di Tanah Suci.
“Saya berharap, teman-teman petugas haji itu fokus pada tugasnya untuk mendampingi dan menjaga jamaah,” ujar Wamenhaj Dahnil.
Ia menegaskan, mereka harus selalu memprioritaskan pelayanan kepada jamaah haji Indonesia. Sebab, tugas utamanya adalah mendampingi dan menjaga jamaah selama menjalankan ibadah haji.
Ia juga menyinggung fenomena “flexing” atau pamer aktivitas di media sosial. Perbuatan itu dinilainya tidak perlu dilakukan oleh petugas haji saat sedang menjalankan tugas, baik di Tanah Air maupun Tanah Suci. “Tidak perlu flexing segala macam, pamer kegiatan,” ucap Dahnil.
Meski demikian, pihaknya tidak melarang penggunaan media sosial secara keseluruhan. Sebab, medium itu sudah menjadi saluran yang umum digunakan untuk menyebarluaskan informasi.
Maka dari itu, Dahnil mengimbau para petugas haji untuk memanfaatkan media sosial secara bijak dan tepat, yakni sebagai sarana syiar dan edukasi jamaah haji. “Untuk syiar, artinya mengabarkan, mengedukasi. Bahkan, kami menganjurkan seluruh petugas melakukan edukasi via sosial media,” katanya.
Menurut Dahnil, penyebaran informasi yang positif dan akurat sangat dibutuhkan, terutama bagi keluarga jamaah di Indonesia yang menantikan kabar dari Tanah Suci. “Jadi kan keluarga di Tanah Air butuh informasi-informasi yang menenangkan mereka dan yang menjaga kondisi mereka,” tukasnya.
Sebelum keberangkatan, para petugas haji itu mengikuti pembekalan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur pada Kamis malam (16/4/2026).
“Pembekalan ini untuk me-refresh kembali setelah sebulan penuh kita menjalankan ibadah puasa Ramadan,” kata Direktur Bina Petugas Haji Reguler Kementerian Agama, Chandra Sulistio Reksoprodjo.
Dia menegaskan petugas haji merupakan pelayan tamu Allah di Tanah Suci. Petugas merupakan representasi negara. Ia pun mengingatkan petugas haji agar menjaga sikap secara profesional. “Saat bertugas, jamaah dari seluruh negara akan melihat kita. Kita tidak ingin wajah negara tercoreng karena pelanggaran tata tertib dari petugas haji,” tuturnya. (*/tim)
