Seni Menata Hati: Meraih Bahagia dengan Syukur dan Qana’ah

Seni Menata Hati: Meraih Bahagia dengan Syukur dan Qana'ah
*) Oleh : Ubaidillah Ichsan, S.Pd. K. Mdy
Tapak Suci Putra Muhammadiyah (TSPM) Pimda 030 Jombang
www.majelistabligh.id -

​”Sejatinya, akar kesedihan manusia berpangkal pada tiga perkara: ambisi memiliki sesuatu sebelum waktunya, menuntut lebih dari kadar yang telah ditakdirkan, dan memandang iri pada apa yang digenggam orang lain.”

Kebahagiaan tidak lahir dari kepemilikan yang melimpah, melainkan dari kemampuan hati untuk menerima ketetapan Allah dengan lapang. Seringkali, kegelisahan muncul karena kita terlalu sibuk membandingkan nasib dengan orang lain.

Terkait hal ini, Allah SWT mengingatkan dalam Al-Qur’an:
​وَلَا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللَّهُ بِهِ بَعْضَكُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ ۚ لِلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبُوا ۖ وَلِلنِّسَاءِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبْنَ ۚ وَاسْأَلُوا اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا
​”Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebagian kamu lebih banyak dari sebagian yang lain… Mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. An-Nisa: 32)

​Ayat ini menegaskan bahwa setiap individu telah memiliki porsi rezekinya masing-masing. Daripada terjebak dalam penyakit hasad (dengki), kita diajak untuk fokus pada ikhtiar pribadi dan memohon langsung kepada Allah Sang Pemilik Karunia. Rasulullah SAW juga memberikan resep praktis agar kita senantiasa merasa cukup (qana’ah):
​إذا نظر أحدكم إلى من فضل عليه في المال والخلق فلينظر إلى من هو أسفل منه
​“Jika salah seorang di antara kalian melihat orang yang memiliki kelebihan harta dan rupa, maka lihatlah kepada orang yang berada di bawahnya.” (HR. Bukhari &Muslim)

​Dengan selalu melihat ke bawah dalam urusan duniawi, kita akan lebih mudah menyadari betapa banyaknya nikmat yang telah kita terima. Mari melangkah dengan semangat kerja keras tanpa harus merasa kecil hati atas pencapaian orang lain. Semoga Allah melimpahkan kesehatan dan menjadikan hati kita senantiasa dipenuhi rasa syukur.
​Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

 

Tinggalkan Balasan

Search