SMK Muhammadiyah 2 Ajibarang Unjuk Gigi: Mesin Pencacah Kedelai Tampil di Expo CRM Jateng

SMK Muhammadiyah 2 Ajibarang Unjuk Gigi: Mesin Pencacah Kedelai Tampil di Expo CRM Jateng
www.majelistabligh.id -

Di tengah deretan stand megah dari 35 PDM se-Jawa Tengah Expo CRM Jateng, ada satu mesin yang berdiri paling gagah. Besi. Kokoh. Berdengung. Dan di baliknya ada nama: SMK Muhammadiyah 2 (SMK Muda) Ajibarang.

Expo yang digelar 8-9 Agustus 2026 halaman SD Muhammadiyah Blimbingrejo, Nalumsari, Jepara berubah menjadi panggung paling bergengsi bagi Expo Produk Unggulan Muhammadiyah se-Jateng. Di panggung itulah, SMK Muda Ajibarang memilih untuk tidak sekadar hadir. Mereka memilih untuk unjuk gigi.

Kepala SMK Muda Ajibarang Budi Krisnandi,S.Pd menyampaikan, dalam expo kali ini, pihaknya memamerkan Mesin Pencacah Kedelai, karya siswa sendiri, jadi bukan bukan impor. Sebuah inovasi yang lahir dari ruang praktik, dari tangan siswa, dari bimbingan guru, di sebuah SMK di ujung barat Banyumas.

“Ini bukti nyata. Anak-anak Desa Ajibarang bisa. Bisa berpikir, bisa berkarya, bisa menciptakan solusi,” kata Budi Krisnandi bangga.

“Kami datang ke expo LPCRPM PDM Banyumas bukan untuk pajangan. Kami datang untuk menunjukkan: SMK Muda siap menjadi lokomotif ekonomi umat. Siap jadi jawaban atas tantangan zaman,” imbuhnya.

Mesin ini dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata: mempercepat proses pencacahan kedelai untuk UMKM pangan dan pakan. Efisien. Kuat. Dan 100% karya anak bangsa.

Begitu mesin itu dinyalakan, mata pengunjung tertuju. Dari pimpinan PDM, PWM, sampai tamu dari cabang lain. Semua berhenti. Semua melihat.

Dari Bengkel Sekolah ke Panggung Provinsi
Perjalanan mesin ini tidak mudah. Ia ditempa di bengkel sekolah. Diuji oleh keringat siswa. Diperbaiki berkali-kali oleh guru.

Dan kini, ia berdiri sejajar dengan 50 stand terbaik se-Jawa Tengah dalam ajang CRM Unggulan Jateng 2026

Kehadiran mesin ini melengkapi perjuangan kontingen 11 pejuang PCM Ajibarang yang juga bertarung di final 10 Cabang Unggulan
“Kami membawa semangat: Muhammadiyah hidup di sekolah. Hidup di AUM. Hidup di ranting. Dan mesin ini adalah salah satu wujudnya,” ujar H. Ichnathan Riva’i, Wakil Ketua PCM Ajibarang.

Wakil Ketua PCM Ajibarang Ratwo Ahmad, M.Pd, menambahkan dengan nada penuh keyakinan: “Kalau mesin ini bisa sampai ke Jepara, artinya mimpi anak-anak Ajibarang juga bisa terbang sejauh ini. Ini bukan akhir. Ini baru permulaan.”

Bagi SMK Muhammadiyah 2 Ajibarang, mesin pencacah ini bukan sekadar produk. Ia adalah pesan. Bahwa pendidikan vokasi Muhammadiyah tidak sedang tidur. Bahwa dari desa, bisa lahir inovasi yang mengguncang provinsi.

Dengan semangat Dari Desa untuk Jawa Tengah: Terus Bergerak!, SMK Muda pulang dari Jepara dengan kepala tegak.

Karena mereka sudah membuktikan satu hal: Ketika anak desa diberi ruang, mereka tidak hanya bisa mengikuti. Mereka bisa memimpin.(Tarqum Aziz, JurnaliszMu)

 

 

Tinggalkan Balasan

Search