Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Sesungguhnya kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan membawa ke surga. Dan sesungguhnya dusta membawa kepada kejahatan, dan kejahatan membawa ke neraka.”(HR Bukhari no. 6094 dan Muslim no. 2607(dalam penomeran lain sering disebut no. 2606 atau 4721))
Banyak orang tua merasa, bohong ke anak itu nggak apa-apa asal demi kebaikan, misalnya:
“Nanti dibelikan.”
“Ayah cuma sebentar.”
“Besok ya kita pergi ke sini.”
Padahal yang kita tanam bukan sekedar kata, tapi cara anak memahami kejujuran. Dalam Islam, jujur adalah pondasi iman, bukan pilihan yang bisa disesuaikan keadaan.
Jangan sampai anak belajar satu hal:
- Kejujuran itu fleksibel,
- Boleh dilanggar kalau terasa sulit.
Anak boleh kecewa, anak boleh menangis, tapi jangan sampai ia tumbuh terbiasa dibohongi. Lebih baik anak belajar sabar, daripada belajar bahwa dusta itu wajar.
Semoga bermanfaat.
