Tingkatkan Literasi Bahasa dan Sains Anak Diaspora: FKIP Gelar Pengabdian Internasional di Kuala Lumpur

Tingkatkan Literasi Bahasa dan Sains Anak Diaspora: FKIP Gelar Pengabdian Internasional di Kuala Lumpur
www.majelistabligh.id -

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya) melaksanakan International Community Service Program bertema “Language and Science Literacy for Diaspora Children” pada Selasa (18/11/2025) di Sanggar Belajar Muhammadiyah, Kepong, Batu Ketonmen, Kuala Lumpur, Malaysia.

Kegiatan dengan dukungan pendanaan dari UMSurabaya itu berlangsung pukul 09.00–14.00 MYT. Sebanyak 30 siswa ambil bagian dalam kegiatan tersebut dengan antusiasme tinggi. Peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan aktif, menunjukkan minat besar dalam penguatan literasi bahasa dan sains.

Kegiatan pengabdian ini menghadirkan tiga program studi yang masing-masing memberikan kontribusi materi pembelajaran. Dari Pendidikan Bahasa Indonesia, Dr. Ali Nuke Affandi, MSi, bersama Idhoofiyatul Fatin, SPd, M.Pd. Mereka menyampaikan materi berjudul “Developing Literacy and Ecological Awareness through the Timun Emas Folktale among Children of PCIM and PCIA Malaysia.” Program ini mengajak peserta mengenal literasi melalui cerita rakyat Timun Emas sekaligus menumbuhkan kesadaran ekologis.

Selanjutnya Bidang Pendidikan Bahasa Inggris, yang diampu oleh Armeria Wijaya, SS, MPd menghadirkan materi “Learn English, Love Nature: A Play-Based Literacy Program for Underprivileged Children in Malaysia,” yang menekankan pembelajaran bahasa Inggris berbasis permainan serta menanamkan kecintaan terhadap lingkungan.

Sementara itu, bidang Pendidikan Biologi melalui Dr. Peni Suharti, M.Kes menyampaikan materi bertajuk “Science and Ecological Literacy: My Nature is Clean, My Heart is Happy through Cultivation of Cucumber using the Tabulampot Technique,” yang mengenalkan literasi sains melalui praktik budidaya tanaman mentimun dengan teknik tabulampot sebagai upaya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Salah satu anggota tim pengabdian, Idhoofiyatul Fatin menyampaikan rasa bangganya melihat antusiasme peserta.

“Semangat anak-anak sangat luar biasa. Mereka tidak hanya mendengarkan, tapi berani bertanya dan berpendapat. Kami berharap pengalaman ini membuat mereka lebih mencintai literasi dan lebih peka terhadap isu lingkungan,” ungkapnya.

Di sisi lain, Dr. Peni Suharti, M.Kes berharap materi yang ia bawakan dapat menanamkan kecintaan anak-anak terhadap alam.

“Melalui kegiatan sederhana seperti menanam, anak-anak belajar bahwa alam harus dirawat. Saya ingin mereka pulang dengan rasa bangga karena telah ikut menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan,” ujarnya.

Dalam pembelajaran bahasa Inggris, Armeria Wijaya menilai, pendekatan berbasis permainan dapat menjadi jembatan bagi keberanian anak menggunakan bahasa baru.

“Anak-anak ini punya potensi luar biasa. Ketika suasana belajar dibuat fun, kepercayaan diri mereka meningkat. Saya berharap mereka terus berani menggunakan bahasa Inggris dalam aktivitas sehari-hari,” tuturnya.

Apresiasi hangat juga datang dari pihak Sanggar Belajar. Guru pendamping, Salimah, memberikan testimoni positif terhadap kegiatan tersebut.

“Program ini sangat bermanfaat. Anak-anak tidak hanya belajar bahasa dan sains, tetapi juga nilai karakter seperti kerja sama, kepedulian lingkungan, dan keberanian. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut,” ujarnya.

Secara keseluruhan, program Pengabdian kepada Masyarakat Internasional ini memberikan pengalaman belajar yang bermakna dan inspiratif bagi anak-anak diaspora. Dengan dukungan Universitas Muhammadiyah Surabaya, kegiatan ini tidak hanya memperkuat literasi bahasa dan sains, tetapi juga menanamkan nilai karakter dan kepedulian lingkungan bagi generasi muda di komunitas perantauan. (armeria wijaya)

 

 

Tinggalkan Balasan

Search