Tujuh Langkah Menghindari Permusuhan

*) Oleh : Dr. Ajang Kusmana
Pengajar Mata Kuliah AIK UMM
www.majelistabligh.id -

Menghilangkan kebencian dalam hati dan mendamaikan orang yang berselisih adalah amalan yang sangat mulia dalam Islam, bahkan lebih utama daripada puasa, salat, dan sedekah sunah. Upaya ini, yang disebut ishlah, bertujuan memperbaiki hubungan manusia dan mendekatkan diri kepada Allah. Berikut beberapa langkah untuk menyelesaikan permusuhan:

Pertama, mengucapkan salam dan menjawabnya. Nabi saw bersabda:

أَوَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ أَفْشُوا السَّلَامَ بَيْنَكُمْ

“Maukah aku tunjukkan kalian pada sesuatu yang jika kalian lakukan kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian.” [HR Muslim]

Kedua, bermushafahah atau bersalaman. Itu juga menghilangkan kedengkian dan pikiran negatif dari hati. Nabi saw bersabda:

تَصَافَحُوا يَذْهَبْ الْغِلُّ

“Saling bermushafahah-lah kalian niscaya akan hilang kedengkian.” [HR Malik]

Ketiga, memberi dan menerima hadiah. Nabi saw bersabda:

وَتَهَادَوْا تَحَابُّوا وَتَذْهَبْ الشَّحْنَاءُ

“Salinglah memberi hadiah kalian dan permusuhan akan hilang.” [HR Malik]

Keempat, Berpuasa merupakan terapi untuk membersihkan hati dari penyakit-penyakit hati. Rasul saw bersabda:

أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِمَا يُذْهِبُ وَحَرَ الصَّدْرِ صَوْمُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ

“Maukah aku beritahu kalian pada sesuatu yang bisa menghilangkan permusuhan dari dalam hati, yaitu berpuasa tiga hari dalam setiap bulannya.” [HR An-Nasa’i]

Kelima, Bersedekah. Salah satu faktor munculnya permusuhan dalam hati adalah karena kondisi hati yang keras dan bisa diobati dengan sedekah. Dahulu ada orang yang mengeluh kepada Nabi saw mengenai hatinya yang keras. Maka Rasul saw bersabda:

إِنْ أَرَدْتَ تَلْيِينَ قَلْبِكَ فَأَطْعِمْ الْمِسْكِينَ وَامْسَحْ رَأْسَ الْيَتِيمِ

“Jika engkau ingin melunakkan hatimu maka berilah makan kepada fakir miskin dan usaplah kepala anak yatim.” [HR Ahmad]

Keenam, membaca kisah-kisah para nabi atau salafus shalih yang mereka bersabar atas perbuatan jelek orang lain. Dengan mengetahui kisah mereka, kita bisa meneladani bahkan menganggap bahwa yang apa menimpa kita tidaklah sebesar apa yang menimpa mereka. Nabi saw tatkala dituduh berbuat tidak adil dalam pembagian harta ghanimah perang Hunain maka beliau bersabda:

رَحِمَ اللَّهُ مُوسَى لَقَدْ أُوذِيَ بِأَكْثَرَ مِنْ هَذَا فَصَبَرَ

“Semoga Allah merahmati Musa, sungguh ia disakiti lebih parah dari apa yang menimpaku ini namun ia bersabar.” [HR Bukhari]

Ketujuh, berdoa. Benci seperti pula cinta, itu adalah perbuatan hati dan hati itu tidak ada seorangpun yang bisa menguasainya bahkan orangnya sendiri karena hati itu berada dalam kekuasaan penciptanya, Allah Swt. Nabi saw bersabda:

إِنَّ الْقُلُوبَ بَيْنَ أُصْبُعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ اللَّهِ يُقَلِّبُهَا كَيْفَ يَشَاءُ

“Sesungguhnya hati itu berada di antara dua jari dari jari-jari (kekuasaan) Allah, Dia membolak-balikkannya sesuai kehendak-Nya.” [HR Tirmidzi]

Dengan demikian, mintalah kepada Allah agar menjauhkan permusuhan dari hati kita. Hal ini sebagaimana dilakukan oleh sahabat Anshar dan muhajirin dimana doa mereka diabadikan dalam firman Allah:

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

“Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau tanamkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, Sungguh, Engkau Maha Penyantun, Maha Penyayang.” [QS Al-Hasyr : 10]

Jika tujuh perkara tadi kita lakukan, maka InsyaAllah kita akan dijauhkan dari permusuhan. Dan jika kita menemukan dua orang yang yang bermusuhan maka hendaknya kita membantu untuk mendamaikan mereka, bukan malah memanas-manasi dan mengadu domba. Allah Swt berfirman:

اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَ اَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ

“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.” [QS Al-Hujurat : 10]. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Search