Mengumbar kebahagiaan, malah berubah menjadi ujian.
Ain itu nyata banget.
Fitnah media sosial juga nyata.
Tidak semua yang melihat kehidupan kita di layar HP juga mendoakan kebaikan.
Ada mata yang iri.
Ada hati yang kagum tanpa penjagaan.
Ada niat yang tak pernah kita tahu.
Semakin sering kebahagiaan dipertontonkan, semakin banyak pandangan yang tak terjaga.
Bukan karena kita ingin pamer, tapi karena kita lengah. Dan kelengahan itu bisa menjadi pintu musibah, bukan hanya untuk diri kita, tapi juga untuk suami/istri dan anak-anak.
Keluarga adalah amanah, bukan tontonan. Kebahagiaan sejati tidak perlu pengakuan manusia. Cukup Allah yang tahu, cukup rumah yang menjadi saksi. Karena saat kita menjaga privasi keluarga, Allah akan menjaga ketenangan di dalamnya.
Semoga Allah ajarkan kita cukup merasa aman dengan penjagaan-Nya, bukan dengan pengakuan manusia.
Tidak semua yang melihat kebahagiaan kita ikut mendoakan. Ada yang iri, ada yang kagum tanpa penjagaan, dan ada yang diam-diam membawa ujian.
Menjaga privasi rumah tangga bukan berarti menutup diri, tapi menjaga amanah yang Allah titipkan.
Barakallahu fiikum.
