Tentang ibadahku, biarlah itu cukup Allah yang tahu dan melihat. Tentang amalanku, biarlah itu cukup Malaikat yang mencatat. Aku tidak meminta siapa pun sebagai penilainya. Dan aku juga tidak membutuhkan sanjungan sedikit pun dari siapa pun atasnya.
Jika kamu melihat postinganku tentang suatu nasihat atau kebaikan, maka ketahuilah itu bukan berarti mencerminkan semuanya tentang diriku. Karena aku pun tidak lain hanyalah seorang pendosa yang sedang Allah tutupi aibnya.
Postinganku tentang nasihat atau kebaikan itu adalah tamparan keras untuk diriku sendiri. Jadi, cukup ambil hikmahnya saja dan buanglah buruknya.
Firman Allah,
اُدْعُ اِلٰى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِا لْحِكْمَةِ وَا لْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَا دِلْهُمْ بِا لَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُ ۗ
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik…” (QS An-Nahl 16: 125)
Karena pada dasarnya aku tak sebaik seperti apa yang ada dalam semua postinganku.
Semoga bermanfaat.
