Benarkah Tahfidz Dapat Meningkatkan Kecerdasan?

*) Oleh : Ust. Jatim, MA.
Litbang SD Muhammadiyah 29 Surabaya
www.majelistabligh.id -

Sepintas, judul di atas banyak membuat orang penasaran. Masak ya? lantas apa hubungan antara tahfidz dengan  kecerdasan, dan mungkin masih banyak lagi daftar pertanyaan karena berangkat dari rasa  penasaran tersebut.

Sehebat apapun sebuah teori yang dimunculkan, sedahsyat apapun teori yang dipresentasikan akan hambar dan kurang bermakna apabila belum diuji dan dibuktikan dengan rasionalitas ilmiah bahwa teori tersebut benar-benar teruji dan dinyatakan benar adanya.

Al Qur’an merupakan kalamullah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw melalui malaikat jibril secara berangsur angsur yang terdiri dari 30 juz, 114 Surat dan 6666 ayat sebagai pedoman hidup bagi manusia agar mencapai kehidupan bahagia, sukses dan selamat baik  di dunia maupun di akhirat.

Salah satu bentuk penghormatan dalam memahami Al Qur’an adalah  melalui ilmu Tahfidzul Qur’an yaitu proses menghafal dan meresapi setiap ayat yang terkandung dalam  kitab suci Al Qur’an.

Menghafal Al Qur’an bukan hanya sebagai  bentuk ibadah, juga memiliki korelasi yang erat dengan peningkatan kecerdasan, baik secara intelektual, emosional maupun spiritual. Hal ini  dapat dibuktikan dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh AHMADI dan REZAEI pada tahun 2017. Hasil dari penelitian tersebut mengungkapkan atau menunjukkan bahwa anak- anak yang terlibat dalam tahfidz  Al Qur’an memiliki tingkat daya ingat yang lebih baik dibandingkan dengan mereka yang tidak terlibat.

Hasil Neuron imaging menunjukkan adanya aktivitas yang lebih tinggi dibagian otak yang terlibat dalam penyimpanan dan pengambilan informasi. Di sisi lain tahfidz Al Qur’an juga memiliki dampak positif pada kecerdasan emosional dikarenakan proses menghafal yang melibatkan pengulangan dan atau dengan kesabaran membangun ketekunan dan kontrol diri.

Seorang  penghafal Al Qur’an tentu belajar banyak untuk mengelola emosinya. Terutama ketika anak menghadapi kesulitan dalam menghafal Al Qur’an atau ayat yang menuntut refleksi mendalam. Anak-anak yang selalu aktif dalam tahfidz Al Qur’an menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam pengelolaan emosi dan menunjukkan stres yang lebih rendah dalam menghadapi situasi sulit. Kecerdasan spiritual juga menjadi bagian tak terpisahkan dari proses menghafal Al Qur’an.

Maka, program pemerintah terkait beasiswa tahfidz atau jalur khusus bagi penghafal kitab suci yang mau melanjutkan jenjang pendidikan sekolah dasar dan menengah hingga perguruan tinggi negeri diberi kemudahan langsung masuk tanpa tes bagi yang sudah punya hafalan sekian juz dengan syarat tertentu.

Penulis berasumsi bahwa pemerintah membuka jalur tersebut karena sudah dipandang  mempunyai  kecerdasan yang cukup, sehingga siswa diberi kemudahan sesuai  sekolah atau perguruan tinggi yang diinginkan.

Seorang hafidz, senantiasa meresapi dan menghafal ayat ayat Al Qur’an akan dapat mengalami pertumbuhan spiritual yang signifikan, karena sehari hari dia berkomunikasi dengan kitab suci dan berusaha memahami makna di dalamnya. Sehingga hal ini memperkuat koneksi mereka dengan Allah SWT, juga menciptakan kedamaian, ketenangan serta kesadaran akan tujuan hidup yang lebih tinggi dan mulia.

Proses  menghafal A Qur’an yang melibatkan repetisi membantu meningkatkan daya ingat, konsentrasi dan kemampuan analis. Sedangkan proses tadabbur dan memahami ayat Al Qur’an dinilai sebagai proses pemahaman yang mendalam sehingga merangsang kemampuan berpikir kritis dan logis.

Wallahu A’lamu bisshowab.

 

Tinggalkan Balasan

Search