Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, KH. Abdul Basith, Lc., M.Pd.I., secara resmi menutup kegiatan Akademi Mubaligh Muhammadiyah (AMM) Jawa Timur Zona Dakwah Tapal Kuda. Prosesi penutupan ini berlangsung khidmat di SD Muhammadiyah 1 Paiton, Kabupaten Probolinggo, pada Ahad (21/6/2026).
Kegiatan intensif yang diselenggarakan sejak Jumat hingga Ahad (19-21/6/2026) tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh pihak. Para peserta mengaku bangga bisa menyerap bekal ilmu dakwah yang tidak hanya padat, tetapi juga dinilai sangat komprehensif untuk menjawab tantangan zaman.
Penyelenggaraan AMM di Zona Tapal Kuda kali ini terasa lebih istimewa dibandingkan gelaran sebelum-sebelumnya. Selain mencatatkan antusiasme tinggi dengan jumlah peserta yang relatif lebih banyak, acara ini juga dihadiri oleh enam peserta dari kalangan Aisyiyah dan Nasyiatul Aisyiyah. Kehadiran mereka membawa warna baru, di mana para kader perempuan tersebut terlibat aktif, baik dalam sesi diskusi interaktif maupun simulasi praktik dakwah.
Kualitas pelatihan ini didukung penuh oleh jajaran pemateri yang merupakan para pakar di bidangnya, mulai dari guru besar, doktor, hingga praktisi andal. Mereka mengupas tuntas berbagai materi strategis demi memastikan para mubaligh muda dapat menguasai medan dakwah secara nyata.
Alumnus AMM tidak hanya dibekali dengan pendalaman keilmuan agama, tetapi juga aspek modern seperti keterampilan personal branding, strategi dakwah digital, hingga metode taktis untuk membangun kepercayaan diri yang kuat saat terjun ke masyarakat.
“Semua materi yang disajikan benar-benar ‘daging’ (sangat berbobot). Ditambah lagi, para pematerinya merupakan pakar yang sangat kompeten di bidang masing-masing,” ungkap Hijrotul Ilahiyah, salah satu peserta yang didaulat memberikan kesan dan pesan mewakili seluruh peserta.
Di sisi lain, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Probolinggo, Sigit Prasetyo, S.T., M.Pd., menyampaikan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada daerahnya sebagai tuan rumah. Ia bersyukur SD Muhammadiyah 1 Paiton dapat berkontribusi nyata sebagai kawah candradimuka dalam melahirkan mubaligh muda Muhammadiyah yang berkemajuan.
“Kami selaku tuan rumah menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya apabila terdapat hal-hal yang kurang berkenan selama pelayanan. Sisi baiknya, kami sangat bangga atas amanah ini. Semoga kita semua selalu sehat, jalinan silaturahmi tetap terjaga, dan saling mendoakan keberkahan,” tutur Sigit hangat.
Apresiasi dan rasa bangga juga terpancar dari para tenaga pendidik, mulai dari guru PAUD, TK, hingga guru SD Muhammadiyah 1 Paiton. Demi memberikan kenyamanan optimal bagi peserta dan panitia, para guru secara swadaya menyumbangkan masing-masing dua buah bantal untuk fasilitas penginapan.
“Alhamdulillah, berkat gotong royong semua pihak, seluruh rangkaian acara berjalan dengan sangat lancar,” kata Ustazah Ila, yang juga menjabat sebagai Kepala SD Muhammadiyah 1 Paiton.
Merespons pelayanan tersebut, Ketua Majelis Tabligh PWM Jatim, KH. Abdul Basith, menyampaikan rasa terima kasih dan pujian mendalam atas kesiapan fasilitas yang disediakan oleh panitia lokal. Ia mencontohkan manajemen logistik yang rapi, seperti ketersediaan 13 kamar mandi yang membuat aktivitas pagi para peserta dan panitia berjalan lancar tanpa antrean panjang.
Keberhasilan AMM Jatim Zona Tapal Kuda ini menjadi bukti nyata indahnya sinergi. Kolaborasi solid antara Majelis Tabligh PWM Jatim, PDM Kabupaten Probolinggo, kegigihan peserta, ketulusan para guru, hingga kesigapan petugas kebersihan dan tim konsumsi sukses mengantarkan agenda besar ini menuju akhir yang manis dan paripurna. || chusnun
