Di sebuah sudut Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, berdiri sebuah masjid yang tidak dikelola oleh para sesepuh sebagaimana umumnya, melainkan oleh sekelompok anak muda penuh energi dan kreativitas. Mereka menantang stigma bahwa masjid adalah ruang yang kaku bagi generasi muda. Justru dari tangan-tangan merekalah, Masjid Mangundimejan Muhammadiyah Sragen berhasil meraih predikat Masjid Terbaik Kategori Masjid Anak Muda dalam ajang Cabang Ranting Masjid (CRM) Award VI 2025.
Masjid ini berada di dalam kompleks SD Birrul Walidain Muhammadiyah Sragen, di Kampung Sumengko. Sejak awal, para pemudanya dipercaya memegang kendali penuh pengelolaan masjid. Mereka adalah Abda Maulana, Romadon Kiblat, Tsaqif Abdurrohman, Farhan Dzikri, Dava Dzikri, dan Ahdan Zaidan Rafif—nama-nama yang mungkin masih terdengar belia, tetapi dedikasinya tidak diragukan lagi.
“Mungkin kami ditunjuk sebagai Masjid Anak Muda supaya bisa menginspirasi dan mendorong masjid-masjid di seluruh Indonesia untuk bisa menggerakkan anak-anak mudanya. Karena dengan adanya peran anak muda di masjid itu, insyaallah masjid akan bisa berkembang lebih cepat,” ujar Abda, pemuda 18 tahun yang menjadi salah satu motor penggerak, saat dihubungi pada Kamis (20/11).
Dalam agenda tahunan yang digagas LPCRPM PP Muhammadiyah itu, Masjid Mangundimejan terpilih sebagai masjid percontohan pemuda tingkat nasional. Masjid ini dipandang mampu menjadi ruang untuk tumbuh dan berekspresi bagi generasi muda, sejalan dengan visi besar Indonesia Emas 2045.
Dengan tetap berada di bawah bimbingan para takmir, para pemuda tersebut mulai menghidupkan masjid dari hal paling sederhana: menggerakkan jamaah. Mereka menghidupkan salat berjamaah, merancang program ibadah, hingga menginisiasi berbagai kegiatan komunitas.
“Untuk membangun masjid itu, dimulai dari menghidupkan salat subuhnya, bisa dengan mengadakan MSQ (Masjid Subuh Quran). Dengan teknis, subuh jamaah, kultum, tilawah Al-Quran, dan tausiyah sampai syuruq. Lalu bisa diikuti dengan program-program yang sesuai dengan tipe masjidnya, yakni program kajian anak muda, kajian ibu-ibu, kajian bapak-bapak, dan lain-lain,” jelas Abda mengenai langkah awal yang mereka jalankan.
Di antara sederet inovasi yang lahir, Subuh Warrior menjadi program yang paling mencuri perhatian. Program ini merupakan kolaborasi dengan SD Birrul Walidain Muhammadiyah Sragen, yang mewajibkan setiap siswa mengikuti kegiatan subuh bersama minimal sekali dalam satu semester.
“Mereka dibiasakan untuk subuh berjamaah, dzikir pagi, jalan sehat keliling kampung, sarapan pagi, lalu dilanjutkan aktivitas sekolah biasa,” tambah Abda, menggambarkan suasana pagi yang penuh semangat di masjid tersebut.
Usaha dan kreativitas yang terus mereka rawat tidaklah sia-sia. Pada Sabtu (15/11/2025) malam, di Halaman Masjid Al Jihad Banjarmasin, Masjid Mangundimejan resmi dinobatkan sebagai Masjid Terbaik Kategori Masjid Anak Muda, sebuah apresiasi yang menjadi bukti bahwa anak muda pun mampu menjadi penggerak utama kemajuan sebuah masjid. (*/tim)
