Dikisahkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: ada seorang hamba yang menjadi orang terakhir keluar dari neraka dan orang terakhir masuk surga. Dia keluar dari neraka dengan merangkak.
Allah berfirman:
“Pergilah, masuklah ke Surga.”
Dia pergi ke surga, tapi dia melihat surga sudah penuh. Dia kembali dan berkata: “Ya Rabb, surga sudah penuh.”
Allah berfirman:
“Pergilah, masuk surga. Kamu dapat seperti dunia dan 10 kali lipatnya.”
Dia berkata: “Engkau mengejekku padahal Engkau Raja.”(HR Bukhari no. 7439 dan Muslim no. 183)
Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Sungguh aku melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tertawa sampai tampak gigi gerahamnya.” (HR Bukhari no. 6571 dan Muslim no. 186)
Lalu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Itulah penghuni Surga yang paling rendah derajatnya.”
Penjelasan:
Kenapa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tertawa? Karena kagum dengan luasnya rahmat Allah dan polosnya hamba itu. Dia sudah diberi 10 kali dunia masih menyangka Allah mengejeknya. Ini menunjukkan betapa nggak terbayang besarnya nikmat surga. Ini bukan satu-satunya.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga tertawa sampai kelihatan gerahamnya pas kisah Arab Badui kencing di Masjid. (HR Bukhari no. 219), dan kisah lain. Jadi memang sifat beliau kalau ada hal yang menakjubkan.
Dalam riwayat Muslim no. 186, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:
“Allah akan mengeluarkan dari neraka siapa saja yang di hatinya ada iman seberat biji sawi. Lalu mereka dimandikan di sungai kehidupan, kemudian masuk Surga.”
Tiga nilai penting dari kisah ini:
- Nggak disuruh balik ke neraka. Sekali keluar dari neraka karena rahmat/syafaat, langsung proses ke surga.
- Allah nggak main-main. Kalau sudah mengampuni, “Rahmat-Ku mendahului murka-Ku.” (HR Bukhari no. 3194)
- Sekecil apa pun iman maka selamat dari kekal di neraka.
Tapi siksa Neraka tetap pedih, jangan diremehkan.
Wallahu a’lam bishshawab.
