Bekal Untuk Buah Hatiku Saat Ingin Hidup Mandiri

Bekal Untuk Buah Hatiku Saat Ingin Hidup Mandiri
*) Oleh : Suharto Fauzan
Pegiat Literasi (Simpatisan Muhammadiyah)
www.majelistabligh.id -

Anakku sayang,
Hari ini, Ibu dan Ayah melepasmu dengan doa yang tak putus. Saat kamu melangkah keluar dari rumah ini untuk mengikuti pasanganmu dan membangun istana mandiri, ada rasa haru sekaligus bangga. Menjadi mandiri bukan hanya soal pindah rumah, tapi soal membangun fondasi jiwa yang kokoh di atas kaki sendiri.

Sebagai orang tua, izinkan kami menitipkan beberapa pesan untukmu simpan di dalam hati:

Jagalah Rahasia Rumah Tanggamu
Anakku, rumah tangga adalah ruang suci. Kelak, jika badai datang menyapa, jangan pernah mengadukan suamimu atau istrimu kepada teman, apalagi menuangkannya di media sosial. Dunia tidak perlu tahu lukamu. Jika dadamu sesak, hamparkan sajadah. Mengadulah hanya kepada Allah SWT, Sang Pemilik Hati.

Allah SWT berfirman: “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku…” (QS. Al-Baqarah: 186).

Jadikan Al-Qur’an Pedoman Hidup Harian
Jangan biarkan harimu berlalu tanpa menyentuh kalam-Nya. Biasakan membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an setiap hari. Ia bukan sekadar hiasan rak, melainkan pedoman hidup yang akan menerangi jalanmu saat gelap dan menenangkanmu saat gelisah.

Rasulullah SAW bersabda: “Bacalah Al-Qur’an, karena sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi pembacanya.” (HR. Muslim).

Hidup Sederhana dan Jauhi Hutang
Hiduplah sesuai kemampuan, bukan sesuai kemauan. Berlaku hematlah dan jauhi gaya hidup foya-foya. Ingatlah, hutang adalah beban yang berat. Allah SWT mengingatkan agar kita tidak berlebih-lebihan: “…Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan…” (QS. Al-Isra: 26-27).

Bijak Menanggapi Berita
Jangan mudah percaya pada omongan orang yang bisa memicu prasangka terhadap pasanganmu. Selalu cek kebenarannya. Sebagaimana perintah Allah: “Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan)…” (QS. Al-Hujurat: 6).

Tebarlah Kebajikan
Meski sedang berjuang dari nol, jangan lupa berbagi. Kebaikan yang kamu tanam akan menjadi pelindung rumah tanggamu. Rasulullah SAW bersabda: “Setiap ruas tulang manusia wajib dikeluarkan sedekahnya setiap hari…” (HR. Bukhari & Muslim). Jangan pula lupa menunaikan zakat, karena itu adalah cara membersihkan hartamu.

Jaga Tiang Agamamu
Terakhir, dan yang paling utama: Jangan sekali-kali meninggalkan salat. Salat adalah kunci keberkahan. “Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar.” (QS. Al-Ankabut: 45).

Anakku, pergilah dengan bismillah. Doa kami selalu menyertai setiap langkahmu. Jadilah pribadi yang sabar, syukur, dan senantiasa berpijak pada ridha-Nya.

Dengan kasih sayang,
Ayah & Ibu

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Search