”Health is the crown on the head of a healthy person, which only those who are sick can see.”
(Kesehatan adalah mahkota di kepala orang yang sehat, yang hanya bisa dilihat oleh mereka yang sedang sakit)”
Bekam atau hijamah, bukan sekadar warisan tradisi kuno. Ia adalah metode pengobatan “langit” yang diajarkan oleh Rasulullah SAW sebagai solusi kesehatan sepanjang zaman. Secara fisiologis, bekam bekerja dengan mengevakuasi darah statis (darah rusak) yang sarat akan toksin dari bawah permukaan kulit.
Di balik prosedurnya yang sederhana, bekam menjadi wasilah luar biasa untuk mengatasi berbagai keluhan, mulai dari migrain hingga hipertensi. Dengan biaya yang relatif terjangkau, metode ini menawarkan efektivitas tinggi karena mampu menyasar titik-titik saraf secara presisi, menstimulasi sistem imun, dan melancarkan peredaran darah.
Sinergi, Bukan Kontradiksi
Meski terkadang masih dipandang sebelah mata oleh sebagian praktisi medis konvensional, sejatinya tidak ada sunah Nabi yang berbenturan dengan sains. Keduanya adalah dua sisi mata uang dalam ikhtiar lahiriah. Bekam dan kedokteran modern tidak untuk dipertentangkan, melainkan disinergikan demi kualitas hidup manusia yang lebih baik. Allah SWT berfirman:
فَسْـَٔلُوٓا۟ أَهْلَ ٱلذِّكْرِ إِن كُنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
”…Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui.” (QS. An-Nahl: 43)
Ayat ini menegaskan pentingnya profesionalisme. Kita diperintahkan untuk merujuk pada ahlinya: Rasulullah SAW sebagai pembimbing syariat, dan para terapis ahli untuk memastikan prosedur yang higienis, steril, dan sesuai kaidah medis.
Wasiat dari Langit
Keistimewaan bekam bahkan ditegaskan secara khusus dalam peristiwa agung Isra Mikraj:
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا مَرَرْتُ لَيْلَةَ أُسْرِيَ بِي بِمَلَإٍ مِنْ الْمَلَائِكَةِ إِلَّا كُلُّهُمْ يَقُولُ لِي عَلَيْكَ يَا مُحَمَّدُ بِالْحِجَامَةِ
Dari Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah aku melewati sekumpulan malaikat pada malam aku di-isra’-kan, melainkan mereka semua berkata kepadaku: ‘Wahai Muhammad, perintahkanlah umatmu untuk berbekam.'”(HR. Ibnu Majah No. 3468)_
Melalui standarisasi yang tepat, bekam bertransformasi menjadi solusi kesehatan holistik sekaligus wujud cinta (ittiba’) kita kepada Baginda Nabi SAW. Namun, patut kita sadari bahwa bekam maupun obat-obatan hanyalah perantara. Kesembuhan mutlak tetaplah hak prerogatif Allah SWT, Sang Penyembuh Sejati (Asy-Syaafi).
Semoga bermanfaat.
