Hari Tasyrik: Merajut Zikir, Syukur dan Kepedulian

Hari Tasyrik: Merajut Zikir, Syukur dan Kepedulian
*) Oleh : Ubaidillah Ichsan, S.Pd. K. Mdy
Tapak Suci Putra Muhammadiyah (TSPM) Pimda 030 Jombang
www.majelistabligh.id -

“People who always recite dhikr will find peace, and people who like to be grateful will feel the blessings of life.”
“(Orang yang senantiasa berzikir akan menemukan ketenangan, dan orang yang gemar bersyukur akan merasakan keberkahan hidup).”

Hari Tasyrik, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah, merupakan momentum istimewa untuk memperbanyak zikir, syukur, dan kepedulian sosial di tengah kehidupan modern yang sering dipenuhi kesibukan serta persaingan duniawi. Allah Swt berfirman:
وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَعْدُودَاتٍ
Dan berzikirlah kepada Allah pada hari-hari yang telah ditentukan.” (QS. Al-Baqarah: 203)

Menurut tafsir Ibnu Abbas, yang dimaksud Ayyaman ma‘dudat adalah Hari Tasyrik. Ayat ini menjelaskan bahwa umat Islam dianjurkan memperbanyak takbir, tahmid, tahlil, dan tasbih sebagai bentuk pengagungan kepada Allah Swt. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ وَذِكْرِ اللَّهِ
Hari-hari tasyrik adalah hari makan, minum, dan berzikir kepada Allah.” (HR. Muslim No. 1141)

Di tengah meningkatnya sikap individualis pada masa kini, Hari Tasyrik mengajarkan pentingnya berbagi rezeki, mempererat persaudaraan, dan menghadirkan kebahagiaan bagi sesama melalui daging kurban serta kepedulian sosial.

Semoga Hari Tasyrik menjadikan hati kita lebih dekat kepada Allah Swt. lebih ringan membantu sesama, dan lebih bersyukur atas nikmat kehidupan.

Semoga bermanfaat.

 

Tinggalkan Balasan

Search