Bekas Kantor Polisi di Melbourne Australia Disulap Jadi Islamic Centre Indonesia

Yusuf Kalla saat peletakan batu pertama pembangunan Islamic Center Indonesia di Australia. (ist)
www.majelistabligh.id -

Sebuah lembaran sejarah baru saja ditorehkan oleh komunitas Muslim Indonesia di Australia. Melalui semangat wakaf dan gotong royong, sebuah gedung eks kantor kepolisian di Melbourne berhasil diakuisisi untuk kemudian ditransformasikan menjadi bagian dari Islamic Centre Indonesia pertama sekaligus terbesar di Victoria.

Langkah strategis ini menjadi manifestasi nyata dari kekuatan kolaborasi umat dalam membangun pusat peradaban Islam di negara minoritas Muslim. Gedung yang semula berfungsi sebagai markas aparat keamanan, kini diproyeksikan menjelma menjadi pusat ibadah, syiar dakwah, pendidikan, serta wadah pembinaan komprehensif bagi diaspora Indonesia dan komunitas Muslim lokal di Australia.

Perjalanan monumental ini diinisiasi pada Februari 2025 lewat kolaborasi strategis antara Cinta Quran Foundation dengan Indonesian Muslim Community of Victoria (IMCV). Kerja sama tersebut bertujuan membangun ekosistem dakwah yang representatif guna menjawab kebutuhan spiritual serta sosial generasi Muslim di Melbourne. Visi besar tersebut kian mendekati kenyataan melalui serangkaian momentum bersejarah pada akhir Juni 2026.

Gedung eks kantor kepolisian di Melbourne telah diakuisisi untuk disulap jadi Islamic Centre Indonesia. (ist)
Gedung eks kantor kepolisian di Melbourne telah diakuisisi untuk disulap jadi Islamic Centre Indonesia. (ist)

Pada Sabtu, 27 Juni 2026, agenda peletakan batu pertama Masjid Hajjah Yuliana resmi dilaksanakan di Laverton, Melbourne. Acara syiar ini dihadiri langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia ke-10 dan ke-12, Muhammad Jusuf Kalla; Pendiri Cinta Quran Foundation, Ustadz Fatih Karim; serta dai nasional, Ustadz Das’ad Latif.

Sentuhan Keikhlasan Seorang Wakif

Akselerasi proyek ini tidak lepas dari dukungan krusial pada Januari 2026 lalu. Seorang pengusaha dan wakif asal Indonesia, Yendra Fahmi, memberikan kontribusi besar dengan melunasi seluruh sisa pembayaran aset. Wakaf tersebut diserahkan sebagai dedikasi dan penghormatan atas nama ibundanya tercinta, Hajjah Yuliana.

Berkat dukungan strategis tersebut, proses pelunasan dan serah terima kepemilikan aset dapat dituntaskan secara formal pada April 2026. Sebagai wujud apresiasi, masjid utama di kawasan pusat Islam ini dinamai Masjid Hajjah Yuliana.

Dalam sambutannya, Jusuf Kalla menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian sosial yang luar biasa ini:

“Allah Swt akan membangunkan istana di surga bagi orang-orang yang senantiasa memakmurkan masjid-Nya. Setidaknya ada tiga golongan yang memegang peran mulia ini: mereka yang membangun fisiknya, mereka yang mengurus dan merawat manajemennya, serta mereka yang konsisten menjadi jemaah di dalamnya,” ujar Jusuf Kalla.

Masjid Hajjah Yuliana dirancang sebagai pilar utama dari pengembangan kawasan Islamic Centre Baitul Makmur Melbourne. Ke depannya, masjid baru ini akan difokuskan sebagai pusat peribadatan dan dakwah.

Sementara itu, bangunan Masjid Baitul Makmur yang lama—yang selama bertahun-tahun setia melayani diaspora Indonesia—akan dialihfungsikan menjadi pusat pendidikan formal dan ruang pemberdayaan komunitas.

Melalui integrasi fasilitas tersebut, Islamic Centre Baitul Makmur akan menyajikan ekosistem islami yang holistik. Program-program yang disiapkan mencakup sekolah Al-Qur’an, pembinaan kepemudaan, konseling keluarga, pembinaan mualaf, hingga program pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Proyek ini diharapkan mampu menjadi bukti bagi corak Islam yang rahmatan lil ‘alamin—inklusif, damai, dan membawa maslahat lintas generasi di benua kangguru. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search