Benchmarking ke UMS, Pascasarjana UMSURA Perkuat Tata Kelola Menuju Akreditasi Unggul

Bertukar cinderamata antara Dr. M. Ridwan, M.Pd. dan Prof. Ir. Marwan Effendi, MT, Ph.D.
www.majelistabligh.id -

Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA) melakukan benchmarking ke Direktorat Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Ahad, (2/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Pascasarjana UMS tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola akademik, meningkatkan produktivitas dosen, serta menyiapkan strategi menuju akreditasi unggul.

Rombongan UMSURA dipimpin oleh Direktur Sekolah Pascasarjana Dr. M. Ridwan, M.Pd. bersama jajaran pimpinan dan diterima langsung oleh Wakil Direktur Direktorat Pascasarjana UMS, Prof. Ir. Marwan Effendi, MT, Ph.D.

Dalam sambutannya, Prof. Marwan Effendi menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Menurutnya, benchmarking merupakan forum strategis untuk saling berbagi praktik baik dalam pengelolaan pendidikan pascasarjana di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA).

“Kolaborasi antarpascasarjana menjadi modal penting untuk meningkatkan mutu tata kelola, kualitas lulusan, serta daya saing institusi. Melalui forum seperti ini, kita dapat saling belajar dan mengembangkan inovasi akademik secara bersama,” ujar Marwan Effendi.

Direktur Sekolah Pascasarjana UMSURA, Dr. M. Ridwan, M.Pd., mengatakan bahwa UMS merupakan salah satu PTMA yang berhasil mengembangkan sistem pengelolaan pascasarjana secara komprehensif. Karena itu, pengalaman UMS menjadi referensi penting bagi pengembangan Pascasarjana UMSURA.

“Kami ingin mengadopsi berbagai praktik baik yang telah diterapkan UMS, mulai dari pengelolaan mahasiswa, pengembangan dosen, budaya riset, publikasi ilmiah hingga sistem penjaminan mutu. Harapannya, hasil benchmarking ini dapat mempercepat peningkatan kualitas layanan akademik di Pascasarjana UMSURA,” jelasnya.

Dalam diskusi, kedua institusi membahas sejumlah isu strategis. Di antaranya peluang pengembangan program bersama pada bidang yang memiliki irisan keilmuan, seperti Fakultas Hukum (FH), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), serta Program Magister Hukum Ekonomi Syariah (HES).

UMS juga memaparkan strategi menjaga jumlah lulusan agar tetap stabil melalui pemetaan kemampuan mahasiswa sejak awal studi serta penerapan Early Warning System yang dikelola Lembaga Penjaminan Mutu (LPM). Sistem tersebut mampu mendeteksi lebih dini mahasiswa yang berpotensi mengalami kendala akademik sehingga dapat segera diberikan pendampingan.

Pada aspek sumber daya manusia, diskusi menyoroti pengelolaan jabatan fungsional dosen, penghitungan rasio dosen, serta optimalisasi dosen lintas homebase sesuai regulasi. Sementara itu, untuk meningkatkan budaya akademik, UMS memberikan insentif kepada dosen dalam bentuk dukungan penyusunan buku ajar, publikasi ilmiah, pengabdian kepada masyarakat, hingga Program Insentif Dosen (PID) sebesar Rp2,5 juta per dosen.

Strategi pembinaan mahasiswa juga menjadi perhatian. Mahasiswa berprestasi dilibatkan dalam penelitian dosen dan dibimbing menyiapkan artikel ilmiah yang memenuhi standar publikasi. UMS juga mendorong kolaborasi riset dengan dosen sebidang, dunia industri, dan pemerintah guna mempercepat lahirnya publikasi bereputasi.

Pertemuan ditutup dengan pembahasan kebutuhan dokumen pendukung penilaian menuju akreditasi unggul. Melalui benchmarking ini, Pascasarjana UMSURA berharap dapat mengimplementasikan berbagai praktik terbaik dari UMS sebagai bagian dari transformasi kelembagaan menuju pendidikan pascasarjana yang unggul, inovatif, dan berdaya saing global.|| gus sholikh

 

Tinggalkan Balasan

Search