Berkat Rahmat Allah Indonesia Merdeka

*) Oleh : Ferry Is Mirza
Jurnalis senior dan aktivis Muhammadiyah
www.majelistabligh.id -

Delapan puluh satu tahun yang lalu, tepatnya Jumat, 17 Agustus 1945, Indonesia merdeka berkat rahmat Allah. “Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.” (Alinea ke-3 Pembukaan UUD 1945).

Rahmat Allah Yang Maha Kuasa. Itulah kata kunci dan sumber utama diraihnya kemerdekaan  Indonesia. Rahmat, secara bahasa berarti  nikmat, kebaikan, karunia, kasih sayang, pahala. Maka, rahmat Allah tidak lain adalah kebaikan dan kasih sayang dari Allah.

Rahmat Allah sangat penting bagi setiap manusia. Maka, rahmat Allah  tidak boleh terputus walau sedetik. Sebab jika rahmat Allah terputus, seluruh alam ini akan hancur. Jika bukan karena rahmat Allah pula, seluruh makhluk di dunia dan akhirat akan binasa.

Tentang rahmat, Allah menyebutkan seperti di bawah ini:

“Walau lā faḍlullāhi ‘alaikum wa raḥmatuhụ fid-dun-yā wal-ākhirati lamassakum fī mā afaḍtum fīhi ‘ażābun ‘aẓīm.”

“Dan, seandainya bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu di dunia dan di akhirat, niscaya kamu ditimpa azab yang besar, disebabkan oleh pembicaraan kamu tentang hal itu (berita bohong itu).” (Q.S. An-Nur: 14)

Dengan rahmat Allah berupa kemerdekaan, bangsa Indonesia terlepas dari cengkeraman penjajahan yang sebelumnya serba terjajah, baik fisik, material maupun wilayah, kini berhasil merdeka dengan kuasa-Nya. Diharapkan setelah kemerdekaan, diisi dengan pembangunan sesuai ketentuan-Nya, yang telah memberikan kemerdekaan. Dengan kemerdekaan, maka  Indonesia dapat menjadi negeri yang baik, penuh berkah serta ampunan Allah.

Rahmat kemerdekaan diperoleh  bangsa Indonesia dengan teriakan takbir “Allahu Akbar.” Para kiai, ustaz, tokoh agama, dan masyarakat dari perkotaan hingga pedesaan berjuang mengusir penjajah. Mereka sanggup meninggalkan keluarga, harta benda demi tercapainya kemerdekaan.

Takbir tersebut terwakili oleh teriakan Bung Tomo, yang mengobarkan semangat jihad para pejuang dalam pertempuran 10 November 1945 di Surabaya. Di antara kata-katanya yang terkenal adalah

“Dan, kita yakin Saudara-Saudara. Pada akhirnya, pastilah kemenangan akan jatuh ke tangan kita. Sebab, Allah selalu berada di pihak yang benar. Percayalah Saudara-Saudara. Tuhan akan melindungi kita sekalian. Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar! Merdeka!!!”

Cara terbaik mengisi kemerdekaan sebagai wujud mensyukuri rahmat Allah adalah dengan mewujudkan iman dan takwa dalam kehidupan sehari-hari. Sebab dengan iman dan takwa itulah akan tercapai berkah, segala kebaikan dan kesejahteraan jiwa raga, dunia akhirat.

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan [ayat-ayat Kami] itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (Q.S. Al-A’raf: 96).

Semoga kita dapat menjaga, memelihara, dan meningkatkan iman dan takwa sebagai wujud rasa syukur atas 81 tahun kemerdekaan Indonesia. Allahu Akbar! Merdeka!!

Semoga Allah rida menganugerahkan kepada kita semua:  kesehatan, keselamatan, kebahagiaan, rahmat (kasih sayang-Nya), berkah (bertambahnya kebaikan), ampunan atas dosa-dosa kita, umur panjang, rezeki halal, serta kemudahan mengarungi kehidupan.

ismirzaf@gmail.com ; fimdalimunthe55@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Search