Bertafakur di Sepertiga Malam

*) Oleh : Sigit Subiantoro
Anggota Majelis Tabligh PDM Kabupaten Kediri
www.majelistabligh.id -

Perbanyak tafakur atau tidur? Di sepertiga malam, saat dunia sunyi, banyak mata terpejam, tetapi ada hati yang justru terjaga.

Bertafakur, kita mengingat betapa kecilnya diri ini di hadapan Allah. Kita merenungi dosa-dosa yang telah lalu, mensyukuri nikmat yang tak terhitung, lalu memohon ampun dan petunjuk dengan hati yang tulus.

Firman Allah,

وَاِ نْ تَعُدُّوْا نِعْمَةَ اللّٰهِ لَا تُحْصُوْهَا ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَـغَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

“Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, Allah benar-benar Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS An-Nahl 16: 18)

Sepertiga malam adalah waktu untuk kembali kepada Allah dengan hati yang lebih lembut, jiwa yang lebih tenang, dan keyakinan bahwa tidak ada doa yang sia-sia di hadapan-Nya.

Sungguh Allah Maha Mengetahui setiap langkah kita menuju sajadah. Karena itu jika malam ini Allah masih membangunkanmu, jangan sia-siakan panggilan itu.

Perbanyak tafakur, perbanyak istighfar, perbanyak doa, karena bisa jadi di sepertiga malam inilah Allah sedang menyiapkan jawaban terbaik untuk hidup kita.

“Sudahkah kita menyempatkan diri berbicara kepada Allah malam ini?”

Semoga beruntung.

 

Tinggalkan Balasan

Search