Pengajian SD Muhammadiyah Pahandut, Wujudkan Generasi Berkarakter Islami

Pengajian SDMP, Wujudkan Generasi Berkarakter Islami
www.majelistabligh.id -

Pengajian Sabtu pagi yang diselenggarakan oleh Sekolah Dasar Muhammadiyah Pahandut (SDMP), Kota Palangka Raya, Sabtu (8/8/2026) menghadirkan ustadz H M Zuhri, SHI, MPdI, Wakil Ketua PW Muhammadiyah Kalimantan Tengah (Kalteng). Ia menyampaikan materi yang bertema “Membangun Rasa Cinta Kepada Rasulullah SAW”.

Pengajian juga dihadiri antara lain Ketua PDM Kota Palangka Raya, Muhammad Hanafiah Novie, SP, MSi, Ketua PCM Pahandut, Drs. H. Ahmad Wahyu Cahyono, MPd, para pengurus PCM Pahandut serta para dewan guru dan staf, serta para orang tua murid.

Kepala SDMP, Sandra Aryani, K, SPd dalam sambutannya menyampaikan bahwa pengajian ini dapat mempererat silaturrahmi antara sekolah dan orang tua/wali murid. Memperkuat keimanan serta ketaqwaan di tengah bebasnya pergaulan memulai media sosial (medsos) karena kecanggihan teknologi khususnya untuk putra – putri kita. Serta Lewat pengajian juga diharapkan orang/tua dapat lebih menjadi contoh yang baik dalam membimbing putra-putrinya menjadi generasi yang berakhlak mulia.

“Zaman sekarang berbeda dengan zaman kita dulu, kalau dulu kita bergaul secara langsung, kalau sekarang zaman begitu canggih anak-anak kita bisa berteman dengan siapa saja, sehingga kita harus selalu selektif terhadap kecanggihan teknologi yang membawa kearah negatif,” Ujarnya.

Ustadz HM Zuhri dalam tausiyahnya mengajak hadirin untuk lebih menanamkan cinta kepada Rasulullah SAW, Mengapa kita harus mencintai Rasulullah? Nama Muhammad artinya terpuji sebagai Rasulullah utusan Allah. Dalam suatu riwayat diceritakan bahwa sosok fisik Rasulullah badannya tegap, berkulit lembut, dan berkeringat harum. Ia punya sifat Al-Amin atau dapat dipercaya. Kesabaran dan sifat pemaafnya luar biasa. Perjuangan dan jasa Rasulullah kepada umat sehingga meraih nikmat iman dan Islam hingga kini juga tak terbantahkan.

Dalam Islam, pola mendidik anak sesuai sunnah pada dasarnya adalah dengan meneladani perilaku Nabi Muhammad SAW dalam membina keluarga. Hal ini dikarenakan segala perbuatan dan sikap nabi Muhammad SAW merupakan manifestasi dari yang terkandung dalam kitab suci Al-Quran.

Dalam pelaksanaannya, Nabi sendiri memberikan kesempatan kepada umatnya untuk mengembangkan cara mendidik anak. Tentu saja selama cara tersebut tidak bertentangan dengan prinsip pendidikan yang dilakukan oleh Nabi.

“Pada tahap sekolah sekolah dasar mulai ditanamkan nilai disiplin dan tanggung jawab kepada anak-anak. Menurut hadits Abu Daud: Perintahkanlah anak-anakmu mendirikan shalat ketika berusia tujuh tahun dan pukulah mereka karena meninggalkan shalat ketika berumur 10 tahun, dan pisahkanlah tempat tidur mereka (laki-laki dan perempuan),” ujarnya.

Di saat remaja yang biasanya penuh sikap memberontak, pada tahap ini sebaiknya anak-anak didekati dengan berteman.  Sangat bijak meluangkan untuk curhat dengan mereka tentang masalah yang sedang mereka hadapi. Dengan begitu, mereka akan betah di rumah, karena semua kebahagiaan dan kesenangan sudah ada di rumah bersama keluarga.

“Waktunya bapak, ibu memberikan kepercayaan, dengan memberikan kebebasan dalam membuat keputusan mereka sendiri, orang tua perlu memantau, menasihati diiringi doa agar setiap tindakan yang diambil mereka benar. Jangan lelah untuk menasehati mereka, diharapkan lahir generasi yang berakhlak mulia, beriman kuat, dan berkarakter Islami,” jelasnya. (mf)

 

Tinggalkan Balasan

Search