Busyro Muqoddas: Keluarga Adalah ‘Pabrik’ Peradaban

Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Busyro Muqoddas.
www.majelistabligh.id -

Penanaman nilai etika dan pendidikan karakter tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada lembaga pendidikan formal. Sebagai benteng pertama dalam mengatasi krisis moral bangsa, pendidikan berbasis kejujuran dan keteladanan harus dimulai sejak dini dari dalam rumah.

Tegasan tersebut disampaikan oleh Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Busyro Muqoddas, dalam forum Gerakan Subuh Mengaji bertema “Daulat Rumah Tangga Pilar Utama Daulat Negara” yang diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah (PW) ‘Aisyiyah Jawa Barat melalui TVMu, Senin (5/10/2026).

Dalam paparannya, Busyro menekankan bahwa keteladanan orang tua memegang peran vital dalam membentuk kepribadian anak. Nilai-nilai integritas—seperti kejujuran, keterbukaan, dan rasa tanggung jawab—harus dicontohkan secara nyata dalam tindakan sehari-hari.

“Keteladanan orang tua dalam bersikap jujur dan transparan setiap hari akan menjadi perisai mental paling kokoh bagi anak saat mereka terjun ke masyarakat,” ujar Busyro.

Lebih jauh, Busyro menjelaskan bahwa dampak pendidikan karakter di rumah tidak hanya mencetak pribadi berakhlak mulia. Dalam jangka panjang, kebiasaan positif yang dipupuk sejak dini akan membentuk kesadaran kolektif yang memperkuat ketahanan sosial, kepedulian sesama, hingga kemandirian ekonomi umat.

“Ketika kejujuran ditanamkan sejak dini di rumah, buahnya di masa depan adalah lahirnya tatanan sosial dan ekonomi yang bersih, adil, serta berintegritas. Keluarga adalah pabrik utama peradaban yang menentukan arah masa depan bangsa,” tegasnya.

Mengakhiri pengarahannya, Busyro menyebut penguatan ruang keluarga sebagai pusat pendidikan usia dini merupakan investasi strategis bangsa. Sinergi antara keteladanan di rumah dan lingkungan sosial yang mendukung diyakini mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kokoh secara moral dan integritas. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search