Badan Pengelola Investasi Danantara resmi memperlihatkan lokasi bakal Kampung Haji Indonesia di Makkah, Arab Saudi. Hanya berjarak 2,5 kilometer dari Masjidil Haram. Proyek strategis ini dirancang bukan sekadar sebagai penginapan, melainkan ekosistem pelayanan haji dan umrah terpadu yang modern, efisien, serta berkelanjutan.
Peninjauan lokasi tersebut dibagikan langsung oleh Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani, melalui akun Instagram pribadinya. Langkah ini menjadi penanda wujud konkret dari transformasi penyelenggaraan ibadah haji Indonesia di masa depan.
“Kampung Haji dipersiapkan sebagai salah satu infrastruktur pendukung transformasi penyelenggaraan haji Indonesia. Pembangunannya tidak semata mengejar kemegahan, tetapi menerapkan prinsip keberlanjutan dan kualitas tinggi demi manfaat jangka panjang,” ujar Rosan.
Pada tahap awal, kawasan ini akan menghadirkan tiga menara hotel berkapasitas 1.461 kamar yang mampu menampung lebih dari 4.300 jemaah. Dalam jangka panjang, kompleks ini ditargetkan meluas hingga 16 menara dengan total 6.025 kamar untuk menampung sekitar 23.000 jemaah. Selain akomodasi, kawasan ini dilengkapi pusat perbelanjaan dan akses infrastruktur langsung menuju Masjidil Haram.
Guna memastikan proyek ini memenuhi standar global, Danantara menjalin kerja sama dengan biro arsitektur internasional asal Dubai, P&T Group. Pertemuan yang berlangsung pada Senin (3/8/2026) lalu, membahas perencanaan kawasan terpadu, fasilitas perhotelan, hingga pusat logistik.
“Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya Danantara untuk memastikan pengembangan kawasan Indonesia di Mekah mengadopsi best practices dunia,” tambah Rosan.
Selama berpuluh tahun, layanan haji Indonesia kerap terkendala oleh fasilitas yang tersebar di berbagai titik Makkah. Kehadiran Kampung Haji Indonesia diharapkan mampu mengintegrasikan seluruh kebutuhan jemaah dalam satu kawasan, sekaligus menjadi simbol kemandirian layanan Indonesia di Tanah Suci. (*/tim)
