Dari Mimbar Masjid Nabawi, Khatib Iduladha Syekh Al-Hudhaifi Serukan Perdamaian Dunia

Pelaksanaan salat Idul Adha 1447 Hijriah di Masjid Nabawi, Kota Madinah, dalam suasana yang khusyuk dan penuh spiritualitas. (Foto: SPA)
www.majelistabligh.id -

Jutaan jemaah dari berbagai penjuru dunia memadati Masjid Nabawi, Kota Madinah, untuk menunaikan salat Iduladha 1447 Hijriah dalam suasana khusyuk dan tertib pada Rabu (27/5/2026) pagi Waktu Arab Saudi. Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan konflik kawasan, khotbah Iduladha tahun ini membawa pesan strategis mengenai pentingnya persatuan, solidaritas, dan stabilitas dunia Islam.

Dilansir dari kantor berita SPA News, ibadah salat Iduladha di salah satu pusat spiritual utama umat Muslim ini berlangsung dengan aman dan damai. Sejak dini hari, gelombang jemaah lintas negara telah memenuhi seluruh area dalam hingga pelataran masjid.

Bertindak sebagai Imam dan Khatib, Syekh Dr. Ahmed Al-Hudhaifi membuka khotbahnya dengan memuji keagungan Allah SWT, dilanjutkan dengan ucapan selamat Iduladha, serta doa agar seluruh amal ibadah kaum Muslim diterima.

Dalam pesannya, Syekh Al-Hudhaifi menekankan bahwa Iduladha bukan sekadar ritual tahunan, melainkan momentum krusial untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah tantangan global yang kian kompleks.

Seruan dari mimbar Masjid Nabawi ini dinilai memiliki dimensi yang sangat luas. Di tengah krisis kemanusiaan yang belum mereda di Palestina, konflik berkepanjangan di Timur Tengah, hingga meningkatnya isu Islamofobia di Barat, penekanan pada stabilitas dan kerja sama internasional dipandang sebagai refleksi arah moral dunia Islam saat ini. Khotbah ini menjadi ajakan nyata untuk memperkuat kohesi internal umat guna menangani tekanan eksternal.

“Nilai pengorbanan dan kepedulian sosial harus melintasi batas bangsa,” ujar Syekh Al-Hudhaifi, mengingatkan bahwa kekuatan umat Islam bukan hanya terletak pada jumlah populasi, melainkan pada solidnya rasa persaudaraan.

Apresiasi Layanan dan Modernisasi Fasilitas

Di sisi lain, Syekh Al-Hudhaifi juga memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen pemerintah Arab Saudi dalam melayani para tamu Allah di Dua Masjid Suci. Ia memuji upaya kepemimpinan kerajaan yang memastikan jemaah haji, umrah, maupun peziarah dapat beribadah dengan aman dan nyaman.

Penyelenggaraan ibadah tahun ini memang dihadapkan pada tantangan besar, mulai dari lonjakan kepadatan jemaah internasional hingga faktor cuaca ekstrem yang melanda kawasan Timur Tengah. Menjawab tantangan tersebut, pemerintah Arab Saudi terus mengintensifkan modernisasi layanan melalui penguatan infrastruktur, digitalisasi sistem pelayanan jemaah, serta peningkatan respons fasilitas keamanan dan kesehatan.

Pesan perdamaian dari Kota Suci ini seolah menjadi pengingat bagi dunia, bahwa ibadah sejati tidak hanya membangun hubungan vertikal dengan Sang Pencipta, tetapi juga memanggil umat manusia untuk menegakkan kemaslahatan dan perdamaian di bumi. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search