Dukung Kelancaran Ibadah Haji, RSML tugaskan Tim Relawan Kesehatan ke Asrama Haji Embarkasi Surabaya

Dukung Kelancaran Ibadah Haji, RSML tugaskan Tim Relawan Kesehatan ke Asrama Haji Embarkasi Surabaya
www.majelistabligh.id -

Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan (RSML) kembali membuktikan komitmennya dalam bidang sosial dan kemanusiaan dengan turut berpartisipasi menyukseskan penyelenggaraan ibadah haji. Tahun ini, RSML secara resmi mengirimkan tenaga bantuan kesehatan untuk melayani Calon Jemaah Haji (CJH) secara langsung di Poliklinik Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES), Sabtu (16/5/2026)

​Pengiriman tenaga medis ini berawal dari surat yang diterbitkan oleh Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Surabaya. Mengingat tingginya volume jemaah yang masuk setiap harinya, pihak BBKK menginisiasi kolaborasi lintas fasilitas kesehatan dan meminta dukungan relawan medis untuk mengoptimalkan layanan poliklinik di lingkungan AHES.

Sinergi ini merupakan langkah preventif guna memastikan seluruh jemaah terpantau kondisi kesehatannya secara ketat sebelum diberangkatkan menuju Tanah Suci.

​Merespons panggilan tugas tersebut, RS Muhammadiyah Lamongan mendelegasikan tiga orang tenaga kesehatan dan operasional. Tim tersebut terdiri dari dua orang perawat, yakni Cicik Pustiyah, S.Kep.Ners., dan Dita Ayu, Amd.Kep., serta didukung oleh satu orang pengemudi ambulans, Nur Anwar.

​Ketiga delegasi dari RSML ini bertugas memberikan pelayanan penuh di Poliklinik AHES selama empat hari sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Guna layanan kesehatan yang siaga dan responsif, jam kerja mereka diatur menggunakan sistem pembagian shift berdurasi 12 jam, bergantian dengan utusan dari rumah sakit lainnya, sesuai jadwal yang telah diinstruksikan oleh koordinator kesehatan embarkasi.

​Terkait pelaksanaan tugas di lapangan, dr. Erna Rosiyawati, selaku dokter jaga di Poliklinik AHES, menjelaskan bahwa tim kesehatan di asrama memegang peran penting sebagai “penjaga” pertahanan medis sebelum jemaah terbang.

​”Tugas dari tim kesehatan yang berada di poliklinik adalah menangani pasien atau calon haji rujukan dari Gedung Musdalifah dan Mina, yang merupakan tempat skrining kesehatan awal bagi calon jemaah haji saat tiba di asrama,” ujar dr. Erna.

​Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa rujukan dari ruang skrining awal ini biasanya ditujukan bagi CJH yang dinilai kondisinya menurun atau membutuhkan layanan kesehatan lanjutan, sehingga berisiko tidak memenuhi syarat istitha’ah (kemampuan) secara medis.

“Bahkan jika diperlukan penanganan medis tingkat lanjut, tim kesehatan poliklinik juga akan mengawal dan mengantar jemaah untuk dirujuk lebih lanjut ke RS Haji Surabaya,” tegasnya.

​Aturan Ketat Istitha’ah Kesehatan dan Prosedur Penanganan Jemaah

​Dalam konteks penyelenggaraan haji, istitha’ah kesehatan bukan sekadar anjuran, melainkan syarat wajib. ​Sesuai regulasi Kemenkes, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Bidang Kesehatan memiliki wewenang untuk meninjau ulang status kesehatan jemaah saat berada di asrama.

Jika terdapat calon haji yang sudah masuk AHES namun mengalami kendala pada istitha’ah kesehatannya (misalnya kelelahan ekstrem, kambuhnya penyakit komorbid bawaan, atau kondisi akut lainnya), terdapat prosedur operasional standar (SOP) yang harus dijalankan:

-​Observasi dan Stabilisasi:
Jemaah yang terkendala saat skrining di Gedung Musdalifah atau Mina langsung dibawa ke Poliklinik AHES untuk diobservasi dan distabilisasi.

​-Penentuan Kelaikan Terbang: Jika melalui intervensi medis di poliklinik kondisi jemaah membaik, mereka direkomendasikan laik terbang dan diizinkan kembali ke kloternya.

​Rujukan Lanjutan dan Penundaan (Tunda Berangkat):
Apabila dalam masa observasi di poliklinik kondisi tidak kunjung membaik atau masuk dalam kriteria gawat darurat, tim medis akan merujuk jemaah ke Rumah Sakit Rujukan Embarkasi (RS Haji Surabaya). Selama masa perawatan di rumah sakit rujukan, keberangkatan jemaah tersebut ditunda (delayed). Jika sembuh sebelum masa operasional keberangkatan haji berakhir, jemaah akan diikutkan terbang pada kloter berikutnya (safari wukuf atau mutasi kloter).

​Melalui partisipasi aktif RS Muhammadiyah Lamongan ini, diharapkan angka risiko fatalitas kesehatan pada jemaah haji dapat ditekan seminimal mungkin, sehingga CJH dapat beribadah dengan lancar dan kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur. (bagus pribadi)

 

Tinggalkan Balasan

Search