Dari Guru ke Pembuat Kebijakan, Arif Jamali Muis Tuangkan Gagasan Reformasi Pendidikan dalam Buku

Dari Guru ke Pembuat Kebijakan, Arif Jamali Muis Tuangkan Gagasan Reformasi Pendidikan dalam Buku
www.majelistabligh.id -

Pengalaman panjang di dunia pendidikan dapat menjadi modal penting dalam merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran. Gagasan tersebut mengemuka dalam peluncuran buku Dari Ruang Kelas Menuju Ruang Kebijakan: Gagasan untuk Reformasi Pendidikan Indonesia karya Arif Jamali Muis yang berlangsung di Ruang Amphiteater A Fakultas Kedokteran Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Sabtu (6/6/2026).

Buku tersebut menghimpun berbagai tulisan yang merefleksikan perjalanan intelektual Arif selama lebih dari empat tahun. Berbekal pengalaman sebagai guru, aktivis Muhammadiyah, Arif menuangkan pandangannya mengenai beragam persoalan pendidikan yang ditemuinya, baik saat berada di lapangan maupun ketika terlibat dalam penyusunan kebijakan pendidikan nasional.

Direktur Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Ditjen GTK Kemendikdasmen itu menjelaskan, sebagian besar tulisan dalam buku itu lahir dari pengalaman sehari-harinya berinteraksi dengan siswa dan rekan guru. Pengalaman tersebut kemudian diperkaya melalui berbagai bacaan dan kajian literatur pendidikan. Perspektifnya semakin berkembang ketika mendapat kesempatan untuk berkontribusi dalam perumusan kebijakan pendidikan di tingkat nasional.

“Saya mencoba menghadirkan problem yang lebih objektif untuk kemudian bisa dinilai, baik ketika saya menjadi guru maupun ketika menjadi birokrat,” ujar Arif.

Rektor UAD, Muchlas, memberikan apresiasi terhadap buku tersebut. Menurutnya, karya itu mampu menghubungkan pengalaman praktis seorang pendidik dengan gagasan kebijakan yang aplikatif dan relevan.

“Buku ini mencerminkan pengalaman-pengalaman Pak Arif yang kemudian dikoneksikan dengan pemikiran mengenai kebijakan pendidikan yang dapat didesain berdasarkan pengalaman tersebut,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pusat Studi Kebijakan Publik (PSKP) UAD, Azaki Khoirudin, menyampaikan bahwa peluncuran buku ini sejalan dengan komitmen PSKP dalam memperkuat kajian kebijakan publik yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Ia menyebutkan, selama satu tahun terakhir PSKP aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan seperti seminar, lokakarya, pelatihan, hingga penelitian kolaboratif yang berfokus pada isu kebijakan publik dan pendidikan.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menegaskan pentingnya membangun tradisi literasi di kalangan intelektual. Ia menilai kegiatan menulis tidak sekadar menuangkan gagasan ke dalam tulisan, tetapi juga merupakan proses berpikir yang bernilai tinggi.

“Proses menulis itu proses berpikir, karena itu adalah sebuah proses yang sangat mahal,” tegasnya.

Melalui buku tersebut, Arif berharap pengalaman dan gagasan yang ia tuangkan dapat memberikan kontribusi pemikiran bagi upaya memajukan pendidikan di Indonesia. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search