Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kabupaten Lumajang bergerak cepat merespons erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada Rabu (19/11/2025). Sebagai respons awal, tim tanggap darurat MDMC Lumajang dikerahkan ke berbagai titik untuk melakukan asesmen cepat, pendataan penyintas, serta pemantauan kondisi di lapangan.
“Relawan berkoordinasi dengan struktur Muhammadiyah setempat dan menjalin komunikasi intensif dengan pihak terkait untuk memastikan proses evakuasi dan penanganan penyintas berjalan aman dan terarah,” ujar Wakil Sekretaris MDMC PP Muhammadiyah Budi Santoso, SPsi, MKM.

Selain itu, lanjut Budi, dukungan layanan kesehatan darurat diperkuat melalui pengiriman ambulans dan pengoperasian pos kesehatan di sekitar wilayah pengungsian. MDMC juga telah mengajukan kesiapsiagaan layanan lanjutan kepada rumah sakit jejaring sebagai antisipasi jika dibutuhkan penanganan medis lebih intensif.
Dari hasil asesmen awal, menurut Budi, kebutuhan mendesak yang teridentifikasi meliputi dukungan evakuasi warga di lokasi terdampak, layanan kesehatan dan sanitasi di titik-titik pengungsian, serta bantuan makanan siap saji dan air bersih bagi para penyintas.
“Jadi teman teman MDMC Lumajang terus memperbarui situasi dengan merujuk data dari berbagai instansi dan jaringan relawan di lapangan, serta menyiapkan pembentukan pos koordinasi terpadu apabila eskalasi kejadian menuntut respons jangka menengah,” jelasnya.
Melalui respons ini, Muhammadiyah mengajak warga dan simpatisan untuk bersama-sama mendukung penanganan penyintas erupsi Gunung Semeru, baik melalui doa, penguatan jejaring relawan, maupun dukungan logistik yang disalurkan melalui kanal resmi Muhammadiyah di tingkat daerah.
Berdasarkan data pemantauan, erupsi disertai awan panas tercatat sejak pukul 14.13 WIB hingga 18.11 WIB dengan amplitudo maksimal 45 mm dan durasi lebih dari 14.000 detik, dengan jarak luncur material lebih dari 13 kilometer ke arah tenggara–selatan. Hingga malam hari, getaran banjir guguran masih terdeteksi sebelum akhirnya mereda.
Dampak erupsi dirasakan terutama di wilayah Kecamatan Candipuro dan Pronojiwo. MDMC Lumajang mencatat sedikitnya 467 jiwa mengungsi ke sejumlah titik, antara lain Balai Desa Oro-oro Ombo, SD Supiturang, SD Sumberurip, Kantor Kecamatan Candipuro, serta rumah Kepala Desa Sumbermujur. Pengungsi didominasi kelompok rentan seperti balita, anak sekolah, dan lansia.
Dua warga mengalami luka bakar sekitar 20 persen dan mendapatkan perawatan di Puskesmas Candipuro. Di beberapa lokasi, seperti Balai Desa Penanggal, warga yang semula mengungsi telah kembali ke rumah setelah situasi dinilai lebih aman.
Laporan sementara menyebutkan adanya rumah-rumah warga di kawasan Kamar A (wilayah selatan SD Supiturang 02)yang tersapu material lahar hingga menutup akses jalan. Untuk infrastruktur publik, sekolah, dan layanan umum lainnya belum dilaporkan kerusakan berarti. (*/tim)
