Fase Puncak Armuzna Selesai, Jemaah Haji Indonesia Bersiap Pulang

Jemaah haji Indonesia telah meninggalkan Mina menuju Makkah. (ist)
www.majelistabligh.id -

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, memastikan bahwa fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) telah selesai sepenuhnya. Seluruh jemaah haji Indonesia yang mengambil pilihan Nafar Tsani dipastikan telah meninggalkan Mina dan kembali ke hotel masing-masing di Makkah.

Kepastian ini disampaikan langsung oleh Wamenhaj saat meninjau proses akhir pergerakan jemaah di Mina pada Sabtu (30/5/2026), yang bertepatan dengan 13 Dzulhijjah 1447 H.

“Hari ini adalah keberangkatan jemaah haji yang mengambil Nafar Tsani. Ini merupakan rombongan terakhir, setelah kemarin jemaah Nafar Awal juga telah diberangkatkan. Artinya, seluruh jemaah kita yang menyelesaikan lontar jumrah sudah tuntas dan Mina kini sudah clear,” ujar Dahnil.

Ia menegaskan bahwa seluruh tenda maktab Indonesia di Mina saat ini sudah kosong dan tidak ada satu pun jemaah yang tertinggal. Kini, para jemaah fokus bersiap untuk menjalani rangkaian ibadah selanjutnya di Tanah Haram.

Evaluasi dan Permohonan Maaf

Secara umum, Dahnil menilai fase Armuzna tahun ini berjalan dengan baik, didukung oleh sejumlah kemajuan layanan dan perubahan tata kelola yang signifikan. Meski demikian, ia tidak menutup mata terhadap beberapa kekurangan yang terjadi di lapangan.

Kementerian Haji dan Umrah mencatat beberapa poin penting yang akan menjadi bahan evaluasi total, terutama terkait fasilitas pelayanan di tenda Arafah dan Mina, serta manajemen mabit di Muzdalifah melalui skema murur.

“Catatan dari berbagai pihak kami terima dengan baik. Terkait pelayanan di tenda Mina, Arafah, serta tata kelola mabit di Muzdalifah maupun murur, tentu menjadi bahan evaluasi bagi kami. Atas nama Kementerian, kami memohon maaf jika selama puncak Armuzna masih terdapat kekurangan, kekhilafan, atau pelayanan yang belum sepenuhnya sesuai harapan,” ungkapnya dengan tulus.

Di sisi lain, Wamenhaj memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh jemaah haji Indonesia yang dinilai sangat tertib dalam mengikuti arahan selama di Mina. Ucapan terima kasih juga dialamatkan kepada para petugas haji yang telah mendedikasikan diri tanpa lelah.

Menatap fase berikutnya, yaitu proses pemulangan jemaah ke Tanah Air, Dahnil meminta seluruh petugas untuk tidak menurunkan standar pelayanan. Mereka diinstruksikan untuk tetap sigap, responsif, serta mengedepankan sikap simpatik dan empatik saat mendampingi jemaah di hotel.

Di akhir keterangannya, Wamenhaj mengimbau Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) serta seluruh jemaah untuk menjaga ritme aktivitas fisik.

“Kami meminta jemaah untuk tetap tertib dan tidak berlebihan melakukan kegiatan di luar hotel, agar kondisi kesehatan tetap terjaga prima hingga waktu kepulangan ke Tanah Air tiba,” pungkasnya. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search