Rabo wekasan adalah hari Rabu yang terakhir di bulan Shafar, sedang Shafar sendiri termasuk salah satu dari dua belas bulan dalam kalender hijriyah yang jatuhnya setelah Muharram. Fenomena yang berkembang di masyarakat ada keyakinan bahwa, bertepatan di hari Rabu terakhir di bulan shafar akan terjadi naas atau kesialan/musibah yang akan terjadi.
Ada sebuah hadis dari Ibn Abbas bahwa Nabi SAW bersabda” Rabu terakhir di bulan Shafar adalah hari terjadinya naas (Tasya’um/merasa sial) yang terus-menerus (HR. Waki’).
Berdasar pada riwayat tersebut, akhirnya banyak orang-orang yang shaleh mendapat ilham atau firasat untuk mengantisipasi hal tersebut, sehingga diadakanlah ritual tala’ bala’ (daf’ul bala’) dari berbagai musibah yang akan terjadi. Bahkan, menurut RKH Abd Hamid bin Itsbat (w. 1933) pendiri pendiri Ponpes Darul Ulum Banyuanyar Madura, dalam kitab Tarjuman diterbitkan oleh Al-Itsbatia Press Banyuanyar pada tahun 1970, berbahasa Madura Pegon, menyebutkan bahwa pada hari Rabu terakhir di bulan Shafar akan diturunkan 320.000 bala’, beliau mengutip dari kitab Kanz al-Najah wa al-Surur karya ‘Abdul Hamid Quds al-Makki (w. 1917) juga kitab Mujarrabat al-Dayrabi karya al-Dayrabi (w. 1801 M).
Pertanyaan besarnya adalah sejauh mana keaslian dan kevalitan sumber riwayat hadis tersebut dan bagaimana pandangan ulama’ hadis terkait tradisi Rebo Wekasan?
Definisi dan Asal Ushul
Shafar dalam bahasa arab berasal dari akar kata الصفر yang sepadan dari kata Shifr artinya خال (kosong atau sepi, saat itu kota Makkah kosong dari penduduk) karena mereka biasa menyerang suku-suku pada bulan tersebut dan meninggalkan orang-orang yang mereka temui tanpa harta benda, yang berarti: mereka merampas harta bendanya, dan dia menjadi tidak mempunyai harta benda apa pun.”
Dalam kalender Hijriyah tahun 1445, hari Rabu terjadi pada tanggal 27 Shafar 1445 H atau bertepatan dengan tanggal 23 September 2023 Miladiyah. Rebo artinya hari Rabu, sedang Wekasan juga biasa disebut Pungkasan/Kasan (bahasa jawa) artinya terakhir. Jadi Rebo Wekasan adalah Tradisi yang dilaksanakan pada hari Rabu terakhir di bulan Shafar, untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT dari bermacam-macam kesialan (Tasya’um), malapetaka yang akan terjadi pada hari tersebut.
Sedang asal usul dari tradisi ini adalah bukan dari tradisi Indonesia tetapi dari tradisi Arab jahiliyah, namun tradisi ini semangat dan amaliyahnya sangat dekat tentunya dengan orang-orang Arab. Jika menelusuri lebih jauh tidak sedikit dari ulama’-ulama menulis kitab tentang masalah ini.
Sehingga, salah satu website resmi NUonline, dalam penelusurannya ditemukan beberapa sumber kitab yang menyebutkan hari Rabu Wekasan bulan Shafar serta amaliyahnya disinyalir bersumber dari kitab-kitab para masyayikh sufi, di antaranya: Kanz al-Najah wa al-Surur karya ‘Abdul Hamid Quds al-Makki (w. 1917), Mujarrabat al-Dayrabi karya al-Dayrabi (w. 1801 M), Nihayat al-Zain karya Syekh Nawawi (w.1897 M), Na’t al-Bidayah karya Muhammad al-Fadhil bin Mamayn (w.1910 M), Al-Jawahir al-Khams karya Muhammad bin Khatir al-Din (w. 1562 M), Wasilah al-Tahlibin Ila Mahabbati rabb al-Alamin karya murid Hussamuddin (w. 1567 M) yang dikutip dalam kitab Majmu’ah Rasa’il al-Laknawi ketika menjelaskan hukum shalat-shalat tertentu, karya ‘Abd al-Hayy al-Laknawi (w. 1886), dan kitab lainnya.
Argumentasi para ulama’ berdasarkan riwayat sebagai berikut:
1. Hadis Ibn Abbas ra.
عن ابن عباس عن النبي ﷺ قال: آخِرُ أَرْبِعَاءَ فِي الشَّهْرِ، يَوْمُ نَحْسٍ مُسْتَمِرٍّ ( رواه وكيع فى الغُرَر ، وابن مردويه فى تفسيره ، والخطيب البغدادي في تاريخـه(
Dikisahkan dari Ibn Abbas ra. Nabi SAW bersabda;” Rabu terakhir di sebulan adalah hari terjadinya Naas yang terus menerus” (HR. Waki’ dalam Al-Ghurar, Ibn Mardawaih dalam tafsir, dan Al-Khatib dalam kitabTarikh).
2. Anjuran ulama masyayikh sufi sebagaimana disebutkan dalam kitab Kanz al-Najah wa al-Surur karya ‘Abdul Hamid Quds al-Makki ada anjuran untuk mengamalkan amalan tertentu sebagaimana berikut :
أنه ينزل في آخر أربعاء في صفر بلاء عظيم ، وأن البلاء الذي يفرق في سائر السنة كله ينزل في ذلك اليوم فمن أراد السلامة والحفظ من ذلك فليدع أول يوم من صفر وكذا في آخر أربعاء منه بهذا الدعاء، فمن دعا به دفع الله سبحانه وتعالى عنه شر ذلك البلاء،
“ketahuilah bahwa di hari Rabu terakhir bulan shafat akan turun bencana besar. Bencana inilah yang akan tersebar di sepanjang tahun itu. Semuanya turun pada hari itu. Barang siapa yang ingin selamat dan dijaga dari bencana itu, maka berdo’alah di awal bulan shafar, demikian pula di hari rabu terakhir dengan do’a yang sama. Siapa yang berdo’a dengan kalimat itu maka Allah akan menyelamatkannya dari keburukan musibah tersebut.”
