FASHMU 2026 di UMLA dan Urgensi Kaderisasi Sejak Dini

Panitia Fashmu ke-3 tahun 2026 saat melakukan audiensi dengan Rektor UMLA. (fauzan)
*) Oleh : Chusnun Hadi
Editor majelistabligh.id
www.majelistabligh.id -

Gerakan dakwah Muhammadiyah telah melintasi zaman berkat satu kunci utama: keberlanjutan kaderisasi. Tanpa proses regenerasi yang terstruktur, ideologi pembaharuan dan amal usaha yang masif tidak akan memiliki motor penggerak di masa depan.

Menyadari hal tersebut, Festival Anak Sholeh Muhammadiyah (FASHMU) tahun 2026 hadir sebagai momentum strategis untuk menempa tunas-tunas muda. Acara bergengsi ini dijadwalkan berlangsung pada tanggal 25 Juli 2026, bertempat di kampus Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA).

Acara yang diinisiasi oleh Majelis Tabligh PWM Jatim, FASHMU bukan sekadar ajang perlombaan tahunan atau ruang rekreasi bagi anak-anak. Lebih dari itu, festival ini merupakan laboratorium ideologis yang dirancang untuk mengintervensi pembentukan karakter anak sejak usia dini.

Kaderisasi pada masa anak-anak—atau yang sering disebut sebagai fase golden age perkembangan karakter—adalah fondasi paling menentukan dalam perencanaan pembangunan manusia.

Ada empat pilar utama yang menjadi fokus pembentukan karakter dalam FASHMU 2026:

  • Penguatan Akidah yang Kokoh: Di tengah disrupsi digital dan paparan informasi yang yang bebas, anak-anak membutuhkan jangkar spiritual. Melalui berbagai cabang kompetisi seperti hifdzil Qur’an dan puitisasi terjemahan Al-Qur’an, FASHMU menanamkan tauhid yang murni ke dalam dada generasi muda, agar mereka tidak mudah goyah oleh arus zaman.
  • Integritas dalam Bekerja dan Berkarya: Nilai jujur dan amanah dibiasakan sejak dini. Anak-anak diajarkan bahwa proses yang bersih jauh lebih mulia daripada hasil akhir yang dicapai dengan kecurangan. Karakter inilah yang kelak akan melahirkan profesional, pemimpin, dan teknokrat yang bersih serta berintegritas tinggi.
  • Kepedulian Sosial yang Tinggi: Senapas dengan teologi Al-Ma’un yang menjadi ruh gerakan Muhammadiyah, festival ini juga menyisipkan pesan-pesan kepedulian. Anak-anak distimulasi untuk memiliki kepekaan terhadap lingkungan sekitar, memahami arti berbagi, dan menumbuhkan rasa empati kepada sesama.
  • Mental Kompetisi yang Sportif: Menang atau kalah adalah hal biasa, namun daya juang dan sikap menghargai lawan adalah mentalitas juara yang sesungguhnya. FASHMU menjadi arena bagi anak-anak untuk mengukur kemampuan diri secara sehat, belajar bangkit dari kegagalan, dan tetap membumi saat meraih kemenangan.

Data empiris menunjukkan betapa krusialnya investasi pada usia ini. Berdasarkan studi psikologi perkembangan, sekitar 80% karakter dan kapasitas otak manusia terbentuk hingga usia 8 tahun. Jika Muhammadiyah ingin memiliki kader yang tangguh 20 tahun ke depan, maka intervensi ideologis dan moral harus dimaksimalkan pada fase anak-anak saat ini.

Lamongan sendiri, sebagai salah satu basis terkuat Muhammadiyah di Jawa Timur dengan banyak ranting dan amal usaha, memegang peranan vital sebagai barometer keberhasilan kaderisasi tersebut.

UMLA Bersiap Menjadi Tuan Rumah Terbaik

Dipilihnya Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) sebagai pusat pelaksanaan FASHMU 2026 disambut dengan antusiasme tinggi. Pihak universitas berkomitmen penuh untuk menyelenggarakan acara ini dengan standar fasilitas dan pelayanan terbaik.

Rektor UMLA, Prof. Dr. Abdul Aziz Alimul Hidayat, S.Kep., N.s., M.Kes., menegaskan bahwa kampus tidak hanya berfungsi sebagai pusat keunggulan akademik (center of excellence), tetapi juga harus menjadi rumah yang hangat bagi proses kaderisasi perserikatan.

Beliau menyatakan komitmennya untuk memastikan seluruh delegasi, pendamping, dan orang tua mendapatkan pengalaman yang berkesan selama berada di lingkungan kampus. Segala sarana laboratorium, aula utama, ruang kelas interaktif, hingga fasilitas ramah anak disiapkan secara matang guna mendukung kelancaran setiap cabang lomba.

Melalui FASHMU 2026, sinergi antara pendidikan tinggi (UMLA) dan pendidikan dasar terjalin erat. Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa Muhammadiyah tidak pernah putus sambung dalam mendesain masa depan umat.

Dari ruang-ruang kompetisi di UMLA pada 25 Juli 2026 nanti, diharapkan lahir fajar baru—generasi anak sholeh Muhammadiyah yang pada masanya nanti memimpin bangsa dengan iman, ilmu, dan amal sholeh. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Search