Langkah Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur dalam meregenerasi kader dakwah kini resmi dilirik di tingkat nasional. Dua program unggulannya, yakni Festival Anak Sholeh Muhammadiyah (Fashmu) dan Akademi Mubaligh Muhammadiyah (AMM), bisa menjadi role model pengkaderan yang perlu ditularkan pada PWM berbagai wilayah lain.
Pengakuan atas keberhasilan ini dibuktikan dengan diutusnya Ketua Majelis Tabligh PWM Jawa Timur, Abdul Basith, oleh PP Muhammadiyah untuk memenuhi undangan PWM Sumatera Selatan. Kunjungan tersebut dipusatkan di Gedung Dakwah Muhammadiyah Sumsel yang berada di kompleks Universitas Muhammadiyah Palembang, untuk membagikan formula sukses pengkaderan tersebut.
Abdul Basith mengungkapkan bahwa kehadiran Fashmu dan AMM dirancang secara sistematis untuk menjawab tantangan krisis mubaligh di tingkat akar rumput, sekaligus memastikan pembinaan karakter keislaman berlangsung sejak usia dini.
“Saya diminta PWM Sumatera Selatan untuk menyampaikan Konsep Dakwah Muhammadiyah di Akar Rumput dan Pengkaderan Sejak Dini. Insyaallah, konsep dan praktik baik dari program Fashmu dan AMM akan tersampaikan di sana,” ujar Abdul Basith menjelang keberangkatannya ke Palembang, Senin (3/8/2026).
Keunggulan Fashmu terletak pada pendekatan kompetisinya yang tidak sekadar berfokus pada seremoni, melainkan pemetaan dan pembekalan kompetensi calon mubaligh sejak kecil. Berbagai materi yang dilombakan meliputi:
- Penguasaan Literatur: Lomba MTQ dan MHQ.
- Retorika dan Syiar: Syarhil Qur’an dan Pemilihan Dai Cilik (Pildacil).
- Praktik Peribadatan: Lomba Azan dan lomba menjadi imam salat.
- Seni Budaya: Lomba kaligrafi
Sedangkan Akademi Mubaligh Muhammadiyah (AMM) hadir sebagai wadah pembinaan tingkat lanjutan yang digelar secara berkala. AMM fokus menggembleng para pemuda dan mahasiswa agar memiliki ketahanan ideologi, kapasitas intelektual, serta kesiapan mental untuk diterjunkan langsung menyapa masyarakat di pelosok daerah.
Sinergi antara pengkaderan sejak dini melalui Fashmu dan pembinaan intensif lewat AMM membuktikan bahwa PWM Jawa Timur berhasil membangun ekosistem dakwah yang berkelanjutan. Langkah replikasi program ini ke Sumatera Selatan diharapkan menjadi titik awal bagi PWM wilayah lain di Indonesia untuk menerapkan pola serupa.
Dengan dorongan kuat dari PP Muhammadiyah, kolaborasi antardaerah ini diyakini mampu mempercepat pemerataan kualitas kader mubaligh Muhammadiyah yang adaptif, kompeten, dan berakar kuat di tengah masyarakat. || chusnun
