Di rumah orang tua, seorang anak bisa merasa bebas, nyaman, bahkan seperti seorang raja. Namun ketika tiba di rumah anaknya sendiri, kadang-kadang seorang ibu, ayah, justru merasa seperti tamu.
Pernahkah kamu membayangkan betapa perihnya hati seorang ibu atau ayah ketika harus mengetuk pintu rumah anak kandungnya sendiri?
Ibu yang dulu bisa memelukmu kapan saja, kini merasa harus menunggu izin hanya untuk mendekap anak yang dulu selalu berada dalam pelukannya.
Yang paling menyakitkan, bukanlah ketika pintu rumah terasa tertutup, tetapi ketika hati seorang anak perlahan mulai menjauh.
Jangan biarkan ibu atau ayah datang dengan hati penuh kerinduan, lalu pulang membawa air mata sambil berkata dalam hati, “Ibu takut mengganggu kalian…”
Sebab mungkin suatu hari nanti, kamu akan sangat merindukan ketukan di pintu itu—tetapi ibu atau ayah sudah tidak datang lagi.
Jangan biarkan mereka merasa seperti tamu di rumah anaknya sendiri. Karena waktu bersama ibu atau ayah tidak pernah bisa diulang.
Semoga beruntung.
