FOMO Dunia Bikin Lupa Akhirat

FOMO Dunia Bikin Lupa Akhirat
*) Oleh : M. Mahmud, M.Pd.I
Ketua PRM Kandangsemangkon Paciran Lamongan Jatim.
www.majelistabligh.id -

Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) kini bukan lagi sekadar tren psikologis, melainkan tantangan spiritual yang nyata. Rasa takut tertinggal informasi, gaya hidup, atau barang kekinian sering kali menyita pikiran dan waktu manusia. Akibatnya, fokus hidup bergeser: mengejar ketertinggalan dunia yang fana hingga melupakan persiapan akhirat yang abadi

Jebakan Kehidupan Dunia yang Menipu

Islam tidak melarang umatnya untuk menikmati kebaikan di dunia. Namun, ketika keinginan untuk selalu ikut-ikutan (follow the crowd) menguasai hati, di sinilah letak bahayanya.

Rasulullah SAW mengingatkan dalam sebuah hadis:
Seandainya manusia memiliki satu lembah berisi emas, ia pasti menginginkan lembah yang kedua. Dan tidak ada yang dapat memenuhi mulutnya kecuali tanah (kematian)…” (HR. Bukhari & Muslim)

FOMO pada hakikatnya berakar dari ketidakpuasan hati (kurang qana’ah) dan rasa iri melihat apa yang dimiliki orang lain. Media sosial sering kali memperparah kondisi ini dengan menampilkan “puncak kebahagiaan” orang lain, yang memicu kita untuk terus mengejar standar duniawi tanpa henti.

Saat FOMO Mengikis Iman

Dampak paling berbahaya dari FOMO duniawi adalah terabaikannya kewajiban dan amalan akhirat:

– Shalat Ditunda, Scroll Diteruskan: Waktu luang yang seharusnya bisa digunakan untuk membaca Al-Qur’an atau berzikir habis hanya untuk memantau linimasa media sosial.

– Mengejar Trend, Melupakan Adab: Demi dianggap relevan atau mendapatkan perhatian (engagement), tak jarang seseorang mengabaikan batasan syariat dan norma kesopanan.

– Lupa Hakikat Rezeki: Muncul rasa cemas berlebihan takut kekurangan, padahal Allah SWT telah menjamin rezeki setiap makhluk-Nya.

Allah SWT mengingatkan hakikat kehidupan dunia dalam surah Al-An’am ayat 32:
وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلَّا لَعِبٌ وَّلَهْوٌ ۗوَلَلدَّارُ الْاٰخِرَةُ خَيْرٌ لِّلَّذِيْنَ يَتَّقُوْنَۗ اَفَلَا تَعْقِلُوْنَ
Dan kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan senda gurau. Sedangkan negeri akhirat itu sungguh lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Tidakkah kamu mengerti?”

FOMO yang Seharusnya: Mengejar Kebaikan Akhirat

Jika ada hal yang benar-benar layak membuat seorang muslim takut tertinggal, itu adalah kebaikan dan pahala akhirat. Inilah bentuk FOMO yang dibolehkan, bahkan dianjurkan dalam Islam (gibhthah).

Allah SWT berfirman:
خِتٰمُهٗ مِسْكٌ ۗوَفِيْ ذٰلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ الْمُتَنٰفِسُوْنَۗ
Dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba.” (QS. Al-Muthaffifin: 26)

Lantas, bagaimana cara mengalihkan FOMO dunia menjadi FOMO akhirat?

1. Ubah Haluan Rasa Takut Tertinggal: Rasa cemas seharusnya muncul saat melihat orang lain rajin shalat malam, bersedekah, atau menghafal Al-Qur’an, sementara amalan kita masih minim.

2. Batasi Konsumsi Media Sosial (Digital Detox): Kurangi waktu melihat kehidupan orang lain yang memicu rasa iri atau cemas berlebihan.

3. Pupuk Sifat Qana’ah: Belajar merasa cukup dengan apa yang dimiliki dan selalu melihat ke bawah dalam urusan duniawi, serta melihat ke atas dalam urusan akhirat.

4. Mengingat Kematian (Dzikrul Maut): Mengingat bahwa seluruh pencapaian duniawi akan ditinggalkan, sedangkan amalan soleh adalah satu-satunya perbekalan yang dibawa ke alam kubur.

Dunia ini Ibarat bayangan: jika dikejar, ia akan terus lari; namun jika kita membelakanginya untuk berjalan menuju Allah, dunia akan mengikuti dari belakang. Mari kita luruskan kembali prioritas hidup agar rasa takut tertinggal tidak membuat kita merugi di akhirat kelak. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Search